Gambaran Umum Pohon Meranti

Meranti termasuk famili Dipterocarpaceae, umumnya meranti mempunyai dua pohon yang besar sekali, mempunyai batang lurus dan mencapai diameter yang besar, cabang setinggi kurang lebih 45 m (Sehmid, 1986).

Diameter batang mencapai 2 m, yang berbanir mencapai 5 m, kulitnya beralur, kadang-kadang sampai dalam (Rusian, 1989).

Soewanda dan Tantra (1973) dalam Aliwijoyo (1991), mengemukakan bahwa daun meranti rata, hampir mempunyai segi empat memanjang atau bulat telor yang memanjang. Panjang daun rata-rata 3-13 cm dengan lebar 3-6 cm, permukaan helai daun berbulu halus.

Daun meranti banyak mempunyai urat tersier yang berbentuk menyerupai sisik dan pada umumnya daun dari pohon biasa agak keras dan tahan lebih lama dari pada daun dari jenis tumbuhan lain (Sehmid, 1986).

Swanda dan Tantra (1973) dalam Puspita (1987) mengatakan bahwa kulit luar tebalnya kira-kira 5 cm berwarna abu atau coklat, sedikit beralur tidak dalam mengelupas agak besar-besar dan tebal, kulit hidupnya setebal 20 mm.

Batang meranti pada umunya, bulat, lurus dan baru bercabang kira-kira 60% dari tinggi pohon (Ardikusuma dan Norkamal, 1975 dalam Puspita, 1987).

Pada umunya meranti mempunyai pohon yang besar sekali, selalu ada bagian-bagian dari pohon yang berbulu, khususnya stipul dan ujung tunas pokok, biasanya mempunyai banir yang tipis atau akar terbang (Sehmid, 1986).

Rusian (1989) menambahkan pula bahwa tajuk-tajuknya bebentuk diatas pohon lain, bentuknya agak bundar dan teratur. Umunya meranti berbentuk slinder, tinggi tajuk kira-kira dua kali lebar dan hampir sama pada semua bagian. Keadaan tajuk biasa, dimana cahaya matahari dapat menembus diantara daun, langit nampak samar-samar dari bawah pohon (Tantra, 1981 dalam Aliwijoyo, 1991).

Kebanyakan meranti termasuk jenis yang membentuk hutan dataran rendah, yaitu dari ketinggian pantai sampai 500 m dari permukaan laut. Pada umumnya tumbuh pada tipe iklim A dan B, dan kebanyakannya Meranti tumbuh diatas permukaan tanah kering pada tanah podsolik merah kuning, latosol dan podsolik kuning pada berbagai tingkat kesuburan (Rusian, 1989).

Kebanyakan Meranti tumbuh diatas tanah yang kering, tipe latosol, podsolik merah kuning, dan podsolik kuning pada berbagai tingkat kesuburan fisik dan kimia dan ada beberapa jenis lagi yang tumbuh diatas tanah alluvial di tepi-tepi sungai secara periodik digenenagi air pada musim penghujan.

Hendrik (1985) dalam Puspita (1987), mengungkapkan secara umum meranti di Indonesia tersebar seperti di Aceh, Sumatera Barat, Bangka, Lampung, Maluku bagian Utara dan seluruh pulau Kalimantan.


Daftar Pustaka

Aliwijoyo, 1991. Penelitian Jenis Shorea sp. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Puspita, R. 1987. Tinjauan tentang Usaha Penanaman Kembali dengan Jenis Meranti Merah (Shorea sp Miq) pada HPH PT. Daya Sakti Corparation. Fakultas non Gelas Universitas Palangka Raya.

Rusian, A. 1989. Startegi Pengadaan Bibit Meranti (Shorea sp) dari Permudaan Alam dalam Usaha Menunjang Regenarasi pada Hutan Bekas Tebangan. Balai Penelitian Hutan. Bogor.

Sehmid, W. T. M. 1986. Pedoman Sistem Cabutan Bibit Dipterocarpaceae. Balai Penelitian Kehutanan. Samarinda.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

0 Response to " Gambaran Umum Pohon Meranti"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel