Pohon Mahang (Makalah Silvikultur)

Pohon Mahang
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Silvikutur merupakan seni, teknik, dan kegiatan pengolahan hutan yang terdiri dari penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan. Silvikutur dapat mengatur komposisi, struktur tegakan, kerapatan tegakan, pengendalian pertumbuhan, dan pengendalian rotasi tanaman. 
Dalam silvikutur ada membahas mengenai jenis suatu pohon. Jenis pohon ini  dibagi atas 3 kolompok yaitu kelompok jenis cepat tumbuh, Jenis lambat tumbuh, jenis klimak. Dalam makalah saya ini, saya membahas pohon mahang (Macaranga hypoleuca) yang termasuk kelompok jenis cepat tumbuh.

1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah bagaimana ciri-ciri  (nama daerah/nama latin, taksonomi, morfologi, tempat tumbuh, sifat kayu, benih dan pembibitan, pertumbuhan tanaman, hama penyakit, kegunaan dan gambar anatomi) pohon mahang (Macaranga hypoleuca)?

1.3. Tujuan Makalah
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami ciri-ciri  (nama daerah/nama latin, taksonomi, morfologi, tempat tumbuh, sifat kayu, benih dan pembibitan, pertumbuhan tanaman, hama penyakit, kegunaan dan gambar anatomi) pohon mahang (Macaranga hypoleuca).
II. ISI  DAN PEMBAHASAN

2.1. Pohon Mahang (nama lokal, daerah lain, nama latin)
Pohon mahang (Macaranga hypoleuca) memiliki nama daerah di sumatera dan kalimantan dengan sebutan mahang, sedangkan di kalimatan barat dengan sebutan purang. Dan juga di negara Malaysia pohon mahang disebut dengan pohon Mahang puteh. Pohon mahang (Macaranga hypoleuca) ini disebarkan dalam beberapa daearah tertentu yaitu Thailand, Semananjung, Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan.

2.2. Taksonomi
Adapun taksonomi dari pohon mahang (Macaranga hypoleuca) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantea
Divisio : Angiospermae
Kelas : Rosids
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Subfamili : Acalyphoideae
Genus : Macaranga
Spesies : Macaranga hypoleuca (Reichb.f.et Zoll.) M.A.

2.3. Morfologi
Adapun morfologi pohon mahang (Macaranga hypoleuca) adalah tttlsebagai berikut :
  1. Pohon mahang (Macaranga hypoleuca) merupakan pohon kecil hingga sedang, dengan tinggi hingga 30 m dan berdiameter 40 cm. 
  2. Permukaan pepangan berwarna abu-abu hingga kelabu, licin atau sering bopeng.
  3. Daun tunggal, kedudukan spiral, berdauan penumpu, bentuk daun menjari tiga, tepi rata, pertulangan daun menjari lima, tangkai daun panjang dan "peltate",  permukaan bawah helai daun putih, batang muda dan tangkai daun muda berwarna putih.
  4. Perbungaan majemuk malai memendek, pada ketiak daun.
  5. Buah bentuk kapsul, licin, dan biji hitam.
2.4. Tempat Tumbuh
Pohon mahang (Macaranga hypoleuca) ini umumnya tubuh sebagai jenis pionir di hutan sekunder, pada ketinggian tempat mencapai 3.000 m dpl. Pohon ini umumnya pada daerah yang memiliki jenis tanah berpasir, tufa dan tanah liat.

2.5. Sifat Kayu
Sifat Fisis
  1. Berat jenis menurut Oey Djoen Seng (1990) adalah 0,34
  2. Penyusutan dari basah sampai kering udara adalah 1,611 (R) ; 3,293 (T)
  3. Penyusutan dari basah sampai kering oven adalah 2,875 (R) ; 5,092 (T)

Sifat Kimia
  1. Kadar air awal serbuk (6,12%)
  2. 2Komponen  kadar abu (1,07%), Silika (0,09%), Lignin (26,99%), Selulosa (52,23%), Pentosa (15,45%).
  3. Kelarutan alkohol-benzena (3,81%)
  4. Nilai kalor (4,413 cal/g)

2.6. Benih dan pembibitan
Berdasarkan peraturan Menteri Kehutanan No: P.1/Menhut-II/2009 (revisi) tentang penyelenggaraan perbenihan tanaman hutan, sumber benih terbagi atas : Tegakan benih terdidentifikasi, tegakan benih terseleksi, areal produktif benih, tegakan benih provenan, kebun benih semai, kebun benih klon, dan kebun pangkas.

2.7. Hama Penyakit
Menurut Edi Suryanto (2011), pohon mahang ini tidak mudah terkena serangan hama penyakit. Oleh sebab itu pohon mahang (Macaranga hypoleuca) jarang  ditemukan hama penyakit dan hanya terdapat semut pada percabangannya.

2.8. Kegunaan 
  1. Batang kayu mahang yang dikelupas sering digunakan oleh penduduk untuk bahan bagunan sementara yang tidak berhubungan dengan tanah.
  2. Kayunya juga digunakan untuk rangka ringan, perlengkapan interior, moulding, reng, peti pengepak, pelampung, dan korek tangkai korek api.
  3. Dari kayu mahang dapat dihasilkan pulp berkualitas tinggi dan untuk pembuatan kayu lapis.

III. PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah pohon mahang (Macaranga hypoleuca) merupakan famili dari Euphorbiaceae yang tingginya mencapai 30 m dan diameternya 40 cm, yang tumbuh di daerah yang memiliki jenis tanah berpasir, tufa dan tanah liat, dan pohon ini tidak mudah diserang hama dan penyakit.

3.2. Saran
Adapun saran dari makalah ini adalah bahwa makalah ini cocok dibaca oleh kalangan mahasiswa kehutanan bahwa pohon mahang (Macaranga hypoleuca) merupakan pohon yang cepat tumbuh.
DAFTAR PUSTAKA
Martawijawa, dkk. 2005. Altas Kayu Indonesia Jilid III. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.

0 Response to "Pohon Mahang (Makalah Silvikultur)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel