10 Tumbuhan Penghasil Minyak dan Lemak

10 Tumbuhan Penghasil Minyak dan Lemak

Diperbarui: 31 Juli 2021

Minyak dan lemak merupakan senyawa trigliserida dan gliserol. Dalam pembentukannya, trigliserida merupakan hasil proses kondensasi satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak (umumnya ketiga asam lemak tersebut berbeda-beda), yang membentuk satu molekul trigliserida dan satu molekul air.

Minyak dan lemak termasuk salah satu anggota golongan lipid, yaitu lipid netral. Minyak dan lemak yang telah dipisahkan dari jaringan asalnya mengandung sejumlah kecil komponen selain trigliserida yaitu, 

  1. Lipid kompleks terdiri dari lesithin, cephalin, fosfatida, dan glikolipid.
  2. Sterol berada dalam keadaan bebas atau terikat dengan asam lemak.
  3. Asam lemak bebas.
  4. Lilin.
  5. Pigmen yang larut dalam lemak.
  6. Hidrokarbon.


Minyak dan lemak juga adalah salah satu kelompok yang  termasuk dalam golongan lipid, yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil-eter, kloroform, benzena dan hidrokarbon lainnya.

Minyak dan lemak yang dapat dimakan dihasilkan oleh alam, yang dapat bersumber dari bahan nabati atau hewani.

Dalam hal ini ada beberapa tumbuhan (sumber nabati) yang menghasilkan minyak dan lemak adalah kenari, ketapang, nyatoh, kemiri, kelor, buah merah, bintaro, mimba, nyamplung, dan makademia.

Berikut 10 Tumbuhan Penghasil Minyak dan Lemak.

Baca juga: 11 Jenis Tumbuhan Penghasil Tanin Terbanyak


1. Kenari

Kenari
Sumber: https://rimbakita.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium
Spesies: Canarium indicum L.


Deskripsi

  1. Mempunyai struktur batang tegak dan mampu tumbuh mencapai ketinggian 45 m.
  2. Warna batangnya bervariasi mulai dari putih, kelabu, sampai coklat gelap.
  3. Di dalam kulit batang kenari tersimpan getah berwarna putih dan bersifat lengket, ketika getah telah terkena udara lingkungan maka akan berubah menjadi kekuningan menyerupai lilin.
  4. Akar tunggang. Akar primer dan lateral tumbuh secara cepat pada awal pertumbuhan, sehingga membentuk satu atau lebih akar-akar utama.
  5. Kelompok bunga berkelamin tunggal. Bentuk bunganya malai dengan jumlah kelopak dan mahkota bunga berbilang 5. Pertumbuhan bunga hampir sama dengan pohon rambutan, yaitu bunganya keluar di ujung-ujung tangkai.


Kenari adalah tumbuhan atau tanaman yang habitatnya banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara terutama Indonesia, Malaysia dan Filipina. Pohon kenari di wilayah Indonesia terdapat di Maluku, Flores, Medan dan beberapa daerah lainnya sebagai pohon peneduh di pinggir jalan.

Pohon Kenari memiliki banyak kegunaan diantaranya, sebagai bahan pewangi sabun secara tradisional dari getah putih kulit batang pohon kenari. Pohon kenari dapat menghasilkan minyak resin yang dapat digunakan untuk pembersih rambut, bahan pembuatan dupa, dan obat gosok untuk mengobati gatal-gatal. Pohon kenari dapat juga dimanfaatkan untuk bahan plaster farmasi dan slep serta pelapis akhir dalam varnishing kayu melalui getah kenari.


2. Ketapang

Ketapang
Sumber: http://news.unair.ac.id/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Combretaceae
Genus: Terminalia
Spesies: Terminalia catappa 


Deskripsi

  1. Tumbuhan berkayu dengan percabangan banyak dan daun yang rindang.
  2. Tumbuhan dikotil dan akar tunggang. 
  3. Tinggi mencapai 35 m dengan tekstur batangnya kasar akibat terdapat alur atau sulcatus di permukaan kulit batang.
  4. Batang berbentuk bundar atau teres dan tumbuh secara tegak lurus ke atas.
  5. Kelompok daun tidak lengkap, karena unsur penyusunnya hanya ada dua, yaitu tangkai daun dan helai daun. Sedangkan daun lengkap harus mempunyai tiga bagian, yaitu pelepah daun atau vagina, tangkai daun atau petiolus dan helai daun atau lamina.
  6. Sistem pertulangan daun ketapang menyirip kerana memiliki satu tulang daun besar sebagai induknya. Tulang daun berada di bagian pangkal daun.
  7. Bunga berukuran kecil dan bentuknya menyerupai lonceng dengan ukuranya 4-8 mm warna putih, krem, hingga kuning.
  8. Bunga mempunyai mahkota tetapi terdapat kelopak yang berjumlah 5 helai untuk setiap bunga.
  9. Buah berbentuk mirip almond dengan ukuran 4-5,5 cm dan berwarna hijau pada saat masih muda, kemudian berubah menjadi merah kecokelatan setelah masak.
  10. Kulit biji terdiri atas dua lapisan, yaitu testa dan tegmen.


Ketapang mempunyai biji yang mengandung minyak dan dapat dimakan dengan rasa mirip dengan kacang almond dan memiliki potensi menggantingkan biji almond sebagai bahan pembuat kue. Minyak biji ketapang ini mempunyai warna kuning dengan kandungan asam-asam lemak seperti palmitat, asam oleat, asam linoleat, asam stearat, asam miristat, dan berbagai asam amino.

Pohon ketapang pada bagian daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan sebagai obat rematik. Dan pada bagian kulit batangnya dapat dimanfaatkan sebagai penyamak kulit, sebagai astrigen pada disentri dan sariawan.


3. Nyatoh

Nyatoh
Sumber: http://dianapratiwi12.web.unej.ac.id/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Ebenales
Famili: Sapotaceae
Genus: Palaquium
Spesies: Palaquium rostratum (Miq. Burck)


Deskripsi

  1. Mempunyai pohon yang besar dengan ketinggian hingga 30 m dan diameter 120 cm.
  2. Batangnya lurus, bulat torak dengan  banir tipis, lebar.
  3. Kayunya berwarna coklat kemerahan, mengkilat, berurat indah dan ringan.
  4. Buahnya hijau memanjang dan berisi biji yang memanjang pula.


Nyatoh merupakan tumbuhan yang habitatnya tumbuh di daerah Jawa, Kalimantan dan Bali. Pohon Nyatoh dapat menghasilkan minyak yang dimanfaatkan sebagai minyak bakar seperti memasak dan bahan bakar lampu minyak untuk penerangan.


4. Kemiri

Kemiri
Sumber: https://www.greeners.co/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Genus: Aleurites
Spesies: Aleurites moluccana (L).


Deskripsi

  1. Ketinggian mencapai 25-40 m dengan diameter 90 cm dan gemang hingga 1,5 m.
  2. Batangnya tebal dengan kulit berwarna abu-abu dan kecokelatan.
  3. Mempunyai tekstur halus dengan garis-garis vertikal pada kulit batang.
  4. Percabangan tumbuh secara abstrak atau tidak teratur dan membentang lebar.
  5. Mempunyai tunas yang tertutup oleh bulu-bulu halus dari batang pohon.
  6. Panjang daun 30 cm dan mempunyai 3-7 lekukan pada setiap daun.
  7. Sistem daun tunggal dan tumbuh saling menyilang dengan gelombang dengan gelombang di pinggir daun dan warnya putih dan berubah menjadi hijau ketika tua.
  8. Bunga termasuk golongan monoceious, artinya bunga jantan dan bunga betina tumbuh di pohon yang sama.
  9. Ukuran bunga jantan 6-7 mm dan betina 9-10 mm.
  10. Bentuk buah seperti bulat  telur agak kepeng dengan ukuran 5,6 cm x 5,7 cm, berwarna hijau zaitun dan tertutup rambut beledu.
  11. Bijinya bertempurung tebal dan keras, berukuran 3 cm x 3 cm agak gepeng dengan warna biji keputihan dan mengandung minyak.


Kemiri adalah tumbuhan yang memiliki biji mengandung minyak 60%. Minyak kemiri digunakan untuk mengawetkan kayu, bahan cat dan permis. Pohon kemiri ini juga dapat digunakan sebagai obat sakit kepala dan gononorhea oleh masyarakat di Sumatera.


5. Kelor

Kelor
Sumber: https://www.kampustani.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Brassicales
Famili: Moringaceae
Genus: Moringa
Spesies: Moringa oleifera 


Deskripsi

  1. Tinggi mencapai 12 m, dengan ukuran batang yang tidak begitu besar dengan diameter 30 cm.
  2. Tumbuh tegak seperti pohon dan ada juga tumbuh bersemak.
  3. Batang berkayu, kokoh, mempunyai kulit yang tipis, bagian permukaanya kasar, lurus keatas namun kadang-kadang ada yang tumbuh melenceng.
  4. Akar tunggang dengan ukuran lumanyan besar dan menyerupai seperti lobak, berwarna putih, sistem perakaran sangat rapat sehingga karakter akar cukup kokoh.
  5. Daun berwarna hijau, akan berubah warna menjadi gelap jika sudah tua, membulat dari pangkal sampai ujung daun.
  6. Bunga majemuk akan tumbuh dibagian ketika daun dengan warna kuning kecoklatan dan terdapat 1 buah putik dan 1 bakal buah.
  7. Buah berbentuk memanjang, tunggal termasuk kedalam jenis polong-polongan dengan ukuran 20-45 cm.
  8. Biji berbentuk bulat warna coklat kehitaman, dan berjumlah 15-25 biji.


Kelor adalah tumbuhan yang habitatnya di daerah tropis, yang paling banyak terdapat pada daerah Aceh, Kalimantan, Makassar dan Kupang. Pohon kelo ini dapat berbuah berumur 1 tahun setelah penanaman dan umur 3 tahun pohon ini dapat menghasilkan 400-600 polong/tahun.

Pohon kelor dapat menghasilkan minyak dari bijinya dengan rendemen berkisar antara 21,38%-35,83%. Minyak kelor ini dapat digunakan sebagai minyak nabati, sebagai pejernih air dengan cara menumbuk biji menjadi serbuk dan memanfaatkan keunggulan alami pengolahan air bersih.

Baca juga: 3 Proses Pengolahan Tengkawang


6. Buah Merah

Buah Merah
Sumber: https://www.briliofood.net/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Pandanales
Famili: Pandanaceae
Genus: Pandanus
Spesies: Pandanus conoideus Lam.


Deskripsi

  1. Mirip dengan pohon pandan.
  2. Tinggi mencapai 16 m.
  3. Tumbuh dengan cara bergerombol dengan kerapatan 12-30 pohon dalam satu rumpun.
  4. Daun berbentuk lanset sungsang dengan warna hijau tua. Bagian ujung daunnya runcing, tepi daun berduri dan di bagian pangkal daun memeluk batang.
  5. Buah berwarna hijau ketika masih muda dan setelah matang akan berubah warna menjadi merah terang.
  6. Usia tumbuh pohon buah mencapai 10 tahun dan akan mulai berbuah pada umur 3 atau 4 tahun.


Buah merah merupakan tumbuhan yang berasal dari Papua, tersebar di daerah Baliem, Wamena, Talikora, pengunungan Bintang, Yukimo, Jayapura, Sorong dan Manokwari. Tumbuhan ini terdapat 3 jenis buah merah yang unggul yaitu, mbarugun, maler, dan magari.

Tumbuhan ini menghasikan minyak lemak hingga 51 % per berat kernel dari daging biji buah. Minyak buah merah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat, makanan suplemen dan pewarna alami.


7. Bintaro

Bintaro
Sumber: https://www.pelitabanten.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Cerbera
Spesies: Cerbera maghas Boiteau, Pierre L.


Deskripsi

  1. Tinggi pohon mencapai 10-20 m.
  2. Batangnya berkayu dengan bentuk bulat dan tegak. Terdapat bintik-bintik berwarna hitam.
  3. Daun berkelompok tunggal yang berbentuk lonjong. Sistem pertulangan daun menyirip dengan ujung dan pangkal yang meruncing.
  4. Bunga berwarna putih menghasilkan aroma harum dan biasanya terletak di bagian ujung batang. 
  5. Putiknya berwarna hijau keputih-putihan dan benang sari berwarna cokelat.
  6. Buahnya berwarna hijau dan mempunyai batok berbetuk bulat dan daging buah.


Bintaro merupakan tumbuhan tropis yang terdapat didaerah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku. Tumbuhan ini memiliki nama daerah masing-masing ditiap daerah yaitu, kanyeri putih (Bali), bilutasi (Timor), wabo (Ambon), Bintan (Melayu), dan lambuto (Makasar).

Tumbuhan Bintaro ini dapat menghasilkan minyak dengan kadar yang tinggi yaitu, 54,33% melalui bijinya yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi yang cukup baik untuk biodisel. Pengambilan buah bintaro yang disaranakan pada buah tua untuk mengurangi efek racun dari getahnya.


8. Mimba

Mimba
Sumber: https://www.satuharapan.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rutales
Famili: Meliaceae
Genus: Azadirachta
Spesies: Azadirachta indica A. Juss. (Blume) Miq.


Deskripsi

  1. Tinggi mencapai 20 m.
  2. Kulit tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, sedangkan buahnya merupakan buah batu dengan panjang 1 cm.
  3. Buah dihasilkan dalam satu sampai dua kali setahun, berbentuk oval, bila masak daging buahnya berwarna kuning, biji ditutupi kulit keras berwarna coklat dan didalamnya melekat kulit buah berwarna putih. 
  4. Batangnya agak bengkok dan pendek, oleh karena itu kayunya tidak terdapat dalam ukuran besar.
  5. Daun tersusun spiralis, mengumpul di ujung rantai, merupakan daun majemuk menyirip genap.
  6. Helaian anak daun berwarna coklat kehijauan, bentuk bundar telur memanjang tidak setangkup sampai serupa bentuk bulan sabit agak melengkung, panjang helaian daun 5 cm, lebar 3 cm - 4 cm.


Mimba adalah suatu tumbuhan yang telah dikenal mempunyai sifat pestisida berspektrum luas. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan pestisida adalah daun dan biji, namun kandungan bahan aktifnya lebih banyak pada biji. Kandungan minyak pada bijinya berkisar antara 35-45%. Minyak digunakan dalam mengatasi eksim, kepala yang kotor, kudis, cacing, menghambat perkembangan dan pertumbuhan kuman.


9. Nyamplung

Nyamplung
Sumber: https://panennews.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Calophyllaceae
Genus: Calophyllum
Spesies: Calophyllum inophyllum L.


Deskripsi

  1. Jenis akar tunggang dengan perakaran yang kompak dan berwarna cokelat serta berbentuk bulat.
  2. Batang tidak tinggi, bahkan cenderung sangat pendek. Batangnya tidak lurus dan mempunyai cabang yang rendah yang hampir dekat dengan permukaan tanah serta tumbuhnya secara berkelompok.
  3. Duan terletak bersilang dan saling berhadapan. Daun tunggal yang berbentuk bulat memanjang atau oval dan mempunyai ujung daun yang tumpul. Daun memiliki panjang berkisar 10-21 cm dengan lebar kisaran 6-11 cm.
  4. Bunga majemuk dengan bentuk tandan atau racemes memiliki diameter bunga 2-3 cm yang terletak di ketiak daun paling atas. Bunga berbentuk yang lonjok dan mempunyai warna cenderung putih dengan struktur dimana benang sarinya mempunyai jumlah yang banyak.
  5. Buah berkuran diameter 2,5-3,5 cm dengan warna hijau dan akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan ketika mulai tua dan kering.


Kayu nyamplung biasanya banyak digunakan dalam perabot rumah tangga, meja, papan, peti dan lain sebagainya. Dalam buah terdapat biji berupa daging uah berbentuk bulat dengan ujung yang rucing dan mengandung minyak yang berwarna kuning terutama apabila dijemur. Biji yang dijemur mengandung 71,4% minyak dan sisanya adalah air. Minyak inilah yang banyak bermanfaat dan bisa digunakan sebagai sumber energi bahan biodiesel dengan rendemen 50%.


10. Makadamia

Makadamia
Sumber:  https://gonutify.com/

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Proteales
Famili: Protaceae
Genus: Macadamia
Spesies: Macadamia spp.


Deskripsi

  1. Tinggi mencapai 20 m.
  2. Bentuk tajuk tak beraturan. Bentuk tajuk dipengaruhi oleh bentuk percabangannya yang juga tidak beraturan.
  3. Daun berwarna hijau gelap, dengan permukaan licin mengkilap. Bentuk daun lanset seperti gada kecil. Bagian ujung daun membulat, lebih lebar dari bagian pangkalnya.
  4. Buah tumbuh pada tangkai berupa dompolan. Buah berbentuk dengan duku.
  5. Kulit berwarna hijau gelap.


Makadamia merupakan tumbuhan yang tersebar diwilayah Sulawesi Tengah dan Sumatera Utara. Di Sulawesi, tumbuhan ini dikenal dengan istilah perande, tinapu, kayu balomatao, dan kanjole.

Tumbuhan ini menghasilkan minyak lemak 70% melalui kacangnya atau bijinya yang digunakan sebagai terapi alami pemulihan orang yang kecanduan alkohol, pemulihaan gangguan hati, gangguan anemia dan membersihkan saluran pembuluh nadi jantung.

Baca juga: Lilin dan Sabun Berbasis Minyak Tengkawang


Sumber: 

Widiyanto, Ary dan Mohamad Siarudin. 2013. Minyak Lemak, Salah Satu Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu yang Perlu Dikembangkan. Researhgate.


Salam Lestari,
Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel