Konservasi

Konservasi merupakan upaya-upaya pelestarian lingkungan dengan memperhatikan manfaat yang bisa didapatkan pada saat itu dengan cara tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen-komponen lingkungan untuk pemanfaatan di masa yang akan datang.

Kawasan konservasi merupakan suatu kawasan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dari kepunahan yang ditetapkan oleh kebijakan pemerintah itu sendiri.

Tujuan konservasi terdiri atas tiga yaitu, memelihara maupun melindungi tempat-tempat yang dianggap berharga supaya punah, melindungi cagar alam, dan melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah.

Di kampus kehutanan, terdapat beberapa mata kuliah yang membahas tentang topik konservasi sumber daya hutan, yaitu:

1. Ekologi Hutan
Ekologi hutan merupakan mata kuliah yang membahas tentang pengertian dan pemahaman yang mendalam tentang komponen dan interaksi antar komponen penyusun hutan dalam kaitannya dengan pengelolaan hutan.
Ekologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan dengan lingkungannya. Sehingga ekologi hutan adalah cabang ekologi yang khusus mempelajari masyarakat atau ekosistem hutan.
Istilah-istilah yang perlu dipahami pada mata kuliah ekologi hutan ini, yaitu lingkungan biofisik, ekosistem hutan, tipe hutan,analisis vegetasi, klasifikasi tumbuhan, analisis lingkungan fisik, hutan hujan tropik, dan hutan musim.

2. Ilmu Tanah Hutan
Ilmu tanah hutan merupakan ilmu yang mempelajari campuran bahan-bahan organik dan minerall yang mendukung kehidupan tumbuhan hutan. Dimana tanah mempunyai fungsi sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran, penyedia kebutuhan tanaman, penyedia kebutuhan sekunder tanaman, dan sebagai habitat biota tanah.
Istilah-istilah yang perlu dipahami pada mata kuliah ilmu tanah hutan ini, yaitu perkembangan tanah, profil tanah, solum tanah, sifat fisik tanah, sifat biologi tanah, sifat kimia tanah, hubunga hara dan tanaman, serta klasifiaksi tanah.

3. Ekowisata dan Jasa Lingkungan
Ekowisata merupakan wisata yang berbasis alam berkelanjutan dengan fokus pengalaman dan pendidikan tentang alam, dikelola dengan sistem pengelolaan tertentu dan memberi dampak negatif paling rendah terhadap lingkungan, tidak bersifat konsumtif dan berorientasi pada lokal.
Jasa lingkungan merupakan produk yang dapat atau tidak dapat diukur secara langsung berupa jasa wisata alam atau rekreasi. Misalnya perlindungan sistem hidrologi, kesburan tanah, pengendalain erosi dan banjir, keindahan, keunikan, dan kenyamanan.
Istilah-istilah yang perlu dipahami pada mata kuliah ekowisata dan jasa lingkungan ini, yaitu aspek ekowisata, prinsip ekowisata, produk ekowisata, pengelolaan hasil hutan lestari, dan daya dukung lingkungan.

4. Konservasi Tanah dan Air
Konservasi tanah dan air merupakan suatu kegiatan untuk mencegah terjadinya erosi ataupun perubahan tanah secara mekanik, kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan sehingga terjadi salinisasi, keasaman, dan kontaminasi.
Istilah-istilah yang perlu dipahami pada mata kuliah konservasi tanah dan air ini, yaitu erosi, erosivitas, erodibilitas, tata air, interpolasi, ekosistem, buffering, sedimen, profil  tanah, dan suhu.

5. Perlindungan dan Pengamanan Hutan
Perlindungan dan pengamanan hutan merupakan suatu kegiatan untuk menjaga dan mempertahankan keberadaan kawasan hutan dan hak-hak nergara atas kawasan hutan, mencegah dan membatasi kerusakan hutan.
Istilah-istiah yang perlu dipahami pada mata kuliah perlindungan dan pengamanan hutan, yaitu biotik, abiotik, kerusakan hutan, perusak hutan, hama dan penyakit hutan kebakaran hutan, dan faktor sosial.

6. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
Rehabilitasi hutan dan lahan merupakan kegiatan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem kehidupan tetap terjaga.
Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan diselenggarakan melalui kegiatan reboisasi, penghijauan, pemeliharaan, pengayaan tanaman, atau penerapan teknik konservasi tanah.
Istilah-istilah yang perlu dipahami pada mata kuliah rehabilitasi hutan dan lahan, yaitu lahan kritis, sejarah rehabilitasi, kerusakan hutan, taman nasional, kebakaran hutan, dan hutan konservasi.

7. Hidrologi dan Pengelolaan DAS
Kajian hidrologi hutan dalam pengelolaan daerah tangkapan air, lebih ditekankan pada tinjauan secara menyeluruh terhadap komponen-komponen daur hidrologi, pengaruh antar komponen serta kaitannya dengan komponen penyusun ekosistemnya.
Mata kuliah ini bertujuan Untuk mengetahui ruang lingkup hidrologi hutan, sehingga dapat melihat permasalahan dan fenomena yang terjadi di lapangan. Dan untuk mendukung ilmu-ilmu yang lain dalam kaitannya dengan konsep pembangunan kehutanan berwawasan konservasi sumberdaya hutan.

8. Pengelolaan Lahan Gambut dan Pasang Surut
Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan tanah kaya bahan organik lebih dari 18% dengan ketebalan 50 cm atau lebih sedangkan lahan pasang surut adalah lahan yang genangan airnya dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut atau sungai.
Mata kuliah ini bertujuan untuk memberitahu tentang pentingnya menjaga, memelihara, memanfaatkan, dan melindungi kawasan gambut dan pasang surut. Dimana lahan gambut termasuk pengatur hidrologi (pengontrol banjir dan ketersediaan air), penjaga iklim global, sarana konservasi keanekaragaman hayati, ekowisata, dan mata pencaharian masyarakat lokal.

Selain dari delapan mata kuliah diatas, masih ada beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan konservasi. Oleh karena itu, saya minta maaf atas ketidaklengkapannya. Di kesempatan kedepannya, akan saya perbaharui.

Terimakasih telah meluangkan waktunya untuk membaca artikel yang tidak lengkap ini.

Salam Lestari
Lamboris_Pane