6 Tumbuhan Penghasil Resin Terbanyak

6 Tumbuhan Penghasil Resin Terbanyak

Resin adalah eksudat atau getah yang dihasilkan oleh berbagai jenis tumbuhan, terutama jenis tumbuhan konifer. Pada umumnya resin dipakai untuk bahan pernis, perekat, pelapis makanan, bahan campuran dupa dan parfum, serta sebagai sumber bahan mentah bagi bahan-bahan organik olahan (Wikipedia).


Berikut 6 Tumbuhan Penghasil Resin Terbanyak,


1. Damar (Agtahis borneensis Warb.)

Agtahis borneensis Warb
Sumber: http://forestid.blogspot.com/

Deskripsi

  1. Agtahis borneensis mempunyai tinggi 50-55 m dengan diameter setinggi dada mencapai 100 cm. Tinggi bebas cabang dewasa 20-30 m. 
  2. Batang warna abu, coklat muda sampai hitam dengan kulit bersiisik mengelupas. 
  3. Daun tunggal, daun muda 3-10 kali lebih besar dari daun tua, kedudukan berhadap, tebal, berminyak, hijau muda, bentuk elip dengan ujung melancip pada pohon muda. Daun tua tersusun berhadapan. Helaian daun tebal berukuran 6-12 x 2-4 cm, kaku, licin tidak berbulu. 
  4. Buah tersusun dalam rujung kerucut soliter pada tangaki tebal berbentuk menjorong sampai membulat, 10-13 cm, mengandung resin, hijau tua sampai  cokat.


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Pinophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Pinales
Famili: Auracariaceae
Genus: Agathis
Spesies: Agtahis borneensis Warb.


Damar tersebar di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia. Damar mempunyai Status Kelangkaan dalam IUCN adalah EN (Endangered/genting). Damar pada umumnya tumbuh di hutan hujan tropis, dengan ketinggian 100-1.200 m dpl, dengan curah hujan 2.400-4.000 mm/h, kerapatan tinggi hampir berupa tegakan murni pada dataran rendah, tanah pasir bergambut. Damar mempunyai toleran terhadap tanah padat  dan asam. Damar berkembangbiak secara generatif biji. Damar akan berbuah sepanjang tahun, umumnya pada bulan bulan Agustus-Oktober (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat tumbuhan damar adalah,

  1. Tumbuhan penghasil resin.
  2. Kayunya indah
  3. Untuk perabotan,
  4. Alat musik, seperti biola dan gitar.
  5. Sebagai bahan baku idustri, kosmetik dan farmasi.


2. Rasamala (Altingia excelsa Noronha.)

Altingia excelsa Noronha.
Sumber: https://08hachi.blogspot.com/

Deskripsi

  1. Rasamala atau dikenal juga dengan bodi rimbo mempunyai tinggi 40-60 m dengan diameter 80-200 cm, dan percangan ujung batang setinggii 20-35 m. 
  2. Daun tunggal, berbentuk bundar telur dengan ukuran panjang 6-12 cm dan lebar 2,5-5,5 cm, tepian daun bergerigi. 
  3. Permukaan kulit batang halus, berwarna abu-abu kekuningan atau kecoklatan.
  4. Bunga manjemuk dengan bunga jantan dan betina di perbungaan yang terpiisah, pada pohon yang sama. Buah matang warna hijau kecoklatan


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Saxigrafales
Famili: Altingiaceae
Genus: Altingia 
Spesies: Altingia excelsa Noronha.


Rasamala tersebar di daerah China, India, Malaysia dan Indonesia (Sumatera, Jawa bagian barat, dan Bali). Rasamala dapat tumbuh di daerah perbukitan dan pengunungan pada ketinggian 600-1.600 m dpl, dengan tingkat kelembaban tinggi dan curah hujan tipe A-B. Tumbuh baik pada tanah subur, berpasir, dan berbatu. Rasamala berkembangbiak secara generatif melalui biji, dan vegetatif melalui stek dan okulasi. Di Jawa, rasamala berbuah sepanjang tahun dengan periode berbunga April-Mei dan berbuah pada Agustus-Oktober. Jumlah biji sekitar 177.000 butir/kg (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat Rasamala adalah,

  1. Kayu kuat dapat dipakai sebagai bahan untuk tiang, jembatan, bantalan rel kereta api, lantai, hingga perahu.
  2. Daun mudanya berwarna merah dapat disayur atau sebagai lalapan.
  3. Resin dan ekstrak daunnya sebagai bahan obat.


3. Kenari Babi (Canarium decumanum Gaertn.)

Canarium decumanum Gaertn.
Sumber: https://www.planterandforester.com/

Deskripsi

  1. Kenari babi mempunyai tinggi 60 m.
  2. Batangnya lurus berbentuk silinder dengan sedikit percabangan, diameter batang hingga 2 m, berbanir besar dengan tinggi hingga 8 m serta lebar 4 m, batang yang dilukai berbau harum seperti mangga.
  3. Pepangan licin hingga bersisik, berwarna abu-abu.
  4. Daun penumpu sepasang pada pangkal daun berukuran 1,5-2,5 cm x 0,75-2 cm. Daun majemuk menyirip ganjil, tersebar spiral, terdiri dari 4-5 pasang anak daun. Helaian anak daun bundar telur hingga lonjong atau jorong, berukuran 6-15,5 x 3-7 cm, tepi rata, pangkal helaian bundar hingga menggantung, ujung lancip. Pertulangan anak daun berjumlah 12-23 pasang.
  5. Perbungaan majemuk tumbuh pada ketiak daun, berbulu tipis. Buah bulat melonjong berukuran 7-8,5 cm x 4,5-6 cm, dan berbulu kasar.


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales 
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium 
Spesies: Canarium decumanum Gaertn.


Kenari babi tersebar di daerah Kalimantan, Maluku, Papua, Sabah, Serawak dan Nugini. Kenari babi tumbuh di hutan primer dataran rendah pada ketinggian tempat di atas 100 m dpl. Kenari babi berkembangbiak secara generatif melalui biji dan vegetatif melalui okulasi (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat kenari babi adalah,

  1. Untuk kayu dan resinya.
  2. Untuk dikonsumsi bijinya.


4. Kenari (Canarium indicum L.)

Canarium indicum L.
Sumber: http://plantamor.com/

Deskripsi

  1. Tinggi mencapai 40 m dengan diameter lebiih dari 100 cm.
  2. Batang tegak,besar, silindris dengan banir pada pangkal batang.
  3. Pepangan berwarna kelabu, cokelat kelabu atau kuning kecoklatan.
  4. Bagian dalam kayu mengeluarkan resin seperti susu, memilki percabangan yang banyak dengan daun yang padat sehingga membentuk tajuk yang rimbun.
  5. Daun mejemuk menyirip ganjil, tersebar spiral, terdiri atas 7-15 anak daun.
  6. Bunga majemuk di ujung ranting tersusun dalam malai dengan panjang rangkaian 15-30 cm. Bunga banyak jumlahnya berwarna putih kekuningan. Buah batu berwarna kehitaman. 
  7. Biji cokelat panjang 2,5-3 cm.


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales 
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium 
Spesies: Canarium indicum L.


Kenari tersebar di daerah Sulawesi, Maluku, Papau, New Gunea, Kepulauan Solomon dan Vanuatu. Kenari tumbuh di hutan-hutan tropis dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl, baik hutan primer maupun sekunder dengan kondisi drainase tanah yang baik. Kenari berkembangbiak secara generatif melalui biji dan vegetatif melalui stek dan okulasi. Musim berbunga pada Oktober sampai Desember dan musim buah pada Juli sampai Desember (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat Kenari adalah (Gunawan et al., 2019),

  1. Bijinya dapat dikonsumsi sebagai bahan kue, sedangkan tunas mudanya dapat dijadikan sebagai bahan salad.
  2. Minyak dari biji digunakan sebagai pengganti minyak kelapa.
  3. Kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan kontruksi bangunan, furniture dan bahan pembuat kapal.
  4. Tajuk yang rindang serta batangnya yang tinggi, sering ditanam sebagai peneduh tepi jalan.
  5. Tumbuhan penghasil resin.


5. Renghas (Gluta renghas L.)

Gluta renghas L.
Sumber: https://id.wikipedia.org/

Deskripsi

  1. Tinggi mencapai 50 m, diameter 115 cm dengan banir setinggi 4 m, kadang-kadang dengan akar tunjang.
  2. Pepangan berwarna abu-abu kemerahan atau jingga keabuan, beretak atau mengelupas seperti sisik, terdapat noda-noda.
  3. Getah berwarna hitam. Getah beracun, dapat melukai kulit dan menimbulkan iritasi hebat.
  4. Daun tunggal tersusun dalam spiral kadang mengelompok membentuk karangan semu, helaian daun berbentuk lonjong atau jorong menyempit hingga bundar telur sungsang berukuran 12-36 cm x 4-9 cm, tidak berbulu, pertulangan daun sekunderr berjumlah 17-30 pasang. Tangkai daun panjang 0-3 cm.
  5. Bunga majemuk malai di ketiak, masing-masing berkelamin ganda. Buah batu beruang satu, bertangkai atau didukung perbesaran mahkota serupa sayap.


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Sapindales 
Famili: Anacardiaceae
Genus: Gluta 
Spesies: Gluta renghas L.


Renghas tersebar di daerah Semenanjung Malaysia, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Seram. Renghas tumbuh di daerah pantai, sepanjang sungai dan hutan payau gambut, di daerah menggenang dan hidup berkelompok di tepi sungai. Umumnya jenis ini tumbuh pada daerah dengan curah hujan tipe A-B dataran rendah hingga ketinggan 800 dpl. Renghas berkembangbiak secara generatif melalui biji, cabutan, putaran, dan strump. Musim berbunga pada bulan Mei sampai Desember dan musim buah pada bulan Januari sampai Desember (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat Renghas adalah (Gunawan et al., 2019),

  1. Kayunya indah, kemerahan bergaris-garis yang dimanfaatkan secara luas untuk furnitur, panel-panel dekorasi, lantai, kayu lapis, mebel, venir, serta kerajinan.
  2. Resin getahnya dimanfaatkan dalam indutri pernis.
  3. Biji dari beberapa jenis rengas bisa dimakan setelah dipanggang.


6. Nagasari (Mesua ferrea L.)

Mesua ferrea L.
Sumber: https://id.wikipedia.org/

Deskripsi

  1. Nagasari disebut juga dengan dewadaru.
  2. Tinggi mencapai 30 m, dengan pangkal membesar hingga berdiameter 200 cm.
  3. Daunnya tunggal, bentuk jorong, berwarna hijau gelap dan bagian sisi bawahnya agak keputihan, daun mudanya menjuntai, berwarna merah sampai merah kekuningan.
  4. Bunga berdiameter 4-7,5 cm, dengan empat petal dan banyak benang sari di tengahnya harum.


Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Calophyllaceae
Genus: Mesua 
Spesies: Mesua ferrea L.


Nagasari tersebar di daerah Himalaya, Semenanjung Malaysia, Sri Lanka, Assam, Nepal, dan Asia Tenggara. Di Indonesia ditemukan di Sumtera, Kalimantan, Bali, dan Jawa. Nagasari tumbuh di hutan daratan rendah, dan biasanya sebagai lapisan kedua hutan pegunungan hingga 2.300 m dpl. Tumbuh pada tanah subur dengan drainase yang baik dan tumbuh pula pada daerah yang kurang hujan. Nagasari berkembangbiak melalui biji. Musim bunga dua kali setahun pada bulan Febuari dan Agustus, musim buah pada bulan Juli dan Desember (Gunawan et al., 2019).

Adapun manfaat Nagasari adalah (Gunawan et al., 2019),

  1. Kayunya digunakan sebagai bantalan rel atau bangunan berstruktur berat, karena sangat kuat dan berat (berat jenis 1,12 ton per m kubik).
  2. Tumbuhan menjadi lambang nasional Sri Lanka dan ditanam sebagai pohon hias.
  3. Getah resinya agak beracun, tapi beberapa bagiannya memiliki khasiat pengobatan.


Sumber:

Gunawan H, Sugiarti, Wardani M, & Mindawati N. 2019. 100 Spesies Pohon Nusantara Target Konservasi Ex Situ Taman Keanekaragaman Hayati. IPB Press. Bogor.


Salam Lestari,

Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel