SIG | Pengertian, Manfaat, dan Ruang Lingkup

SIG | Pengertian, Manfaat, dan Ruang Lingkup

Menurut Hermawan (2009) menyatakan bahwa Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan suatu sistem informasi yang mempunyai referensi geografi (bergeoreferensi) untuk klasifikasi perolehan, penyimpanan, mendapat kembali dan manipulasi data. SIG digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisis data geografis.

Data geografis yang dimaksud berupa data spasial (keruangan) dengan ciri-ciri sebagai berikut (Bafdal et al., 2011): 

  1. Memiliki geometric properties seperti koordinat dan lokasi.
  2. Berkaitan dengan aspek ruang seperti persil, kota, kawasan pembangunan.
  3. Berhubungan dengan sernua fenomena yang terdapat di bumi seperti data, kejadian, gejala atau objek.
  4. Dipakai untuk maksud-maksud tertentu, misaInya analisis, pemantauan atau pengelolaan.

Baca juga: Tutorial ENVI 5.3


Pengertian SIG

Pengertian SIG
Sumber: https://geospasialis.com/

SIG merupakan system yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena (gejala geografis) yang ditemukan di lokasi tersebut (Bafdal et al., 2011). SIG dapat dibagi ke dalam empat subsistem yang mencakup substansi masukan (input), substansi manejemen, substansi manipulasi dan analisis, substansi keluaran (output) dan penyajian (display). 

SIG adalah suatu fasilitas untuk mempersiapkan, mempresentasikan, dan menginterpretasikan fakta-fakta (kenyataan) yang terdapat di permukaan bumi (definisi umum). Untuk definisi yang lebih sempit, SIG adalah konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang secara khusus dirancang untuk proses-proses akusisi, pengelolaan, dan penggunaan data kartografi. SIG merupakan sistem basis data dengan kemampuan-kemampuan khusus untuk data yang tereferensi secara geografis.

SIG dapat mendukung pengambilan keputusan dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik fenomena (gejala geografis) yang ditemukan di lokasi tersebut.  Keunggulan atau kelebihan SIG, adalah menyajikan dunia nyata (real world) pada layar komputer seperti lembaran peta. 

SIG menyimpan semua informasi berkenaan dengan unsur Geografis ke dalam basis data. SIG dapat membantuk dan menyimpan data tersebut dalam bentuk tabel. Data dapat disimpan dan dicar, ditemukan,dipanggil (storage and retrieval) berdasarkan segala atribut yang dimilikinya. 


Manfaat SIG

Manfaat SIG
Sumber: https://dosengeografi.com/

1. Bidang Pendidikan

SIG dimanfaatkan untuk menentukan lokasi sekolah, untuk membuat sistem informasi pendidikan dan sebagai alat bantu pemahaman siswa pada pembelajaran Geografi.


2. Bidang Geologi, Pertambangan, dan Perminyakan

SIG pada bidang Geologi, pertambangan dan perminyakan dilakukan untuk menentukan lokasi tambang yang aman bagi pekerja dan tidak merusak lingkungan. SIG juga dapat dipergunakan untuk menganalisis limbah yang merupakan hasil buangan industri tambang.


3. Bidang Sumber Daya Alam

SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaari tata guna lahan, anlisis daerah rawan bencana alam, analisis dan pemantauan daerahdaerah kebakaran hutan.


4. Bidang Perencanaan

SIG dapat dijadikan media yang tepat bagi perencanaan permukiman transmigrasi, perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan kota, perencanaan pengembangan desa tertinggal, perencanaan lokasi dan relokasi industri, pasar, permukiman dan sebagainya. 


5. Bidang Lingkungan

SIG menganalisis dan pemantauan pencemaran udara, limbah berbahaya, pencemaran air, sungal, danau, laut, evaluasi pengendapan lumpur atau sedimen, balk di sekitar danau, sungai atau pantai dapat dilakukan dengan SIG.


6. Bidang Hidrologi dan Kelautan

SIG digunakan dalam kegiatan inventarisasi dan manajemen stasiun pengamatan pasang surut, manaiemen daerah pesisir pantai, manajemen daerah wisata laut/baharl, taman laut dan sejenisnya.


7. Bidang Transportasi dan Perhubungan

SIG digunakan dalam manajemen pemeliharaan, perencanaan dan perluasan jaringan transportasi, penentuan jalur transportasi yang efektif, analisis rawan kemacetan dan bahaya keselakaan, serta inventarisasi jaringan transportasi.


8. Bidang Telekomunikasi

SIG dimanfaatkan pada waktu perencanaan, pemeliharaan dan analisis perluasan jaringan telekomunikasi, pembuatan sistem informasi pelanggan dan fasilitas umum telekornunikasi seperti telepon umum, wartel, warnet, dan yang lainnya.


9. Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Marketing

Pada bidang bisnis dimanfaatkan untuk menentukan lokasi-lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, mal, atau supermal, mesin ATM, kantor cabang, showroom, counter, outlet.


10. Bidang Perpajakan

SIG dimanfaatkan untuk memperkirakan potensi pendapatan dari sektor pajak PBB (Paiak Bumi dan Bangunan), yaitu dengan membuat sistem informasi untuk penarikan pajak dari sektor periklanan yang berasal dari perizinan dan pemasangan papan komersil, plang, billboard yang terkait dengan data posisi, ruang dan waktu.


11. Bidang Militer

Pada bidang militer sangat dibutuhkan dalam penyediaan data spasial untuk analisis rute-rute perjalanan logistik dan peralatan perang, pembuatan peta elektronik yang dihubungkan dengan radar yang mampu mendeteksi kendaraan-kendaraan ataupun pesawat-pesawat militer musuh, maupun untuk usaha pertahanan negara.


Ruang Lingkup SIG

Ruang Lingkup SIG
Sumber: https://dishub.kamparkab.go.id/

1. Input Data

Sebelum data geografi digunakan dalam SIG, data tersebut harus dikonversi kedalam format digital. Proses tersebut dinamakan digitasi. Proses digitasi memerlukan sebuah hardware tambahan yaitu sebuah digitizer lengkap dengan mejanya. Digitasi memerlukan software tertentu seperti ARC/INFO Autocad, MAPINFO atau software lain. Untuk proses konversi data dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi scanning.


2. Editing

Tahapan ini merupakan tahapan koreksi dari proses digitasi. Koreksi tersebut dapat berupa penambahan atau pengurangan arc atau feature dengan mengedit arc yang berlebihan overshoot atau menambahkan arc yang kurang undershoot. Editing juga dapat dilakukan untuk menambahkan arc secara manul seperti membuat polygon, line maupun point.


3. Manajemen Data

Setelah input data, proses selanjutnya adalah pengelolaan datadata deskriptif meliputi pemberian tulisan pada coverage, labelling atau pemberian informasi pada peta bersangkutan, dan attributing yaitu tahapa dimana setiap label ID hasil proses labelling diberi tambahan atribut yagn dapat memberikan sejumlah informasi tentang poligon atau arc yang diwakilinya.


4. Query dan Analisis

Query pada SIG merupakan proses analisis tetapi dilakukan secara proses tabuler.

Baca juga: 7 Prosedur Pembuatan Data Biofisik


Sumber:

Bafdal, N., & Amaru, K. 2011. BM Pareira P, Buku Ajar Sistem Informasi Geografis. Jurusan Teknik Manajemen Industri Pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajaran.

Hermawan, I. 2009. Geografi sebuah pengantar. Bandung: Private Publishing.


Salam Lestari,
Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel