9 Faktor Mempengaruhi Masuknya Bahan Pengawet ke dalam Kayu

Faktor

Buatlah rangkuman faktor-faktor yang mempengaruhi masuknya bahan pengawet ke dalam kayu.


Faktor-faktor yang mempengaruhi bahan pengawet masuk ke dalam kayu, yaitu (Kasmudjo, 2010):

1. Anatomi Kayu

Masalah yang cukup sulit adalah adanya perlawanan antar bahan pengawet dalam kayu yang akan diawetkan berdasarkan spesies bahkan posisi potongan kayu akan berpengaruh. Adanya perbedaan-perbedaan ini mangakibatkan perlunya kayu dikelompokkan ke dalam kayu per-jenis atau sortimennya.


2. Pembuluh

Karena bentuk alami yang seperti pipa maka pembuluh merupakan jumlah utama untuk mushnya bahan pengawet antara pembuluh. Maka bentuk besar dan jumlah noktah akan sangat mempengaruhi bahan pengawet.


3. Serabut 

Secara umum serabut tidak dipandang penting dalam kaitan masuknya bahan pengawet walaupun dalam anatomi serabut sangat penting fungsinya sebagai penopang kekuatan kayu.


4. Jari-jari Kayu 

Sampai sekarang belum ada bukti jari-jari memperlancar masuknya bahan pengawet dan dalam beberapa kasus jari-jari menahan atau menghambat masuknya bahan pangawet.


5. Kayu Gubal dan Kayu Teras

Secara umum kayu gubal lebih mudah diimpregnasi daripada kayu teras. Hal ini berkaitan dengan permeabilitas kayu gubal yang pada perubahan kayu gubal menjadi teras ada beberapa sel yang mati.

 

6. Arah Peresapan 

Struktur kayu yang memungkinkan terjadinya aliran nutrisi arah longitudinal mempengaruhi pada masuknya bahan pengawet. Beberapa penelitian menunjukkan resapan bahan pengawet ke arah longitudinal bisa bervariasi 15-20 kali arah tangensial atau radial secara umum kedalaman resapan bahan pengawet pada arah longitudinal dan radial tidak banyak yang berbeda.


7. Perlakuan Penyiapan

Perlakuan dalam penyiapan bahan pengawet sebelum diawetkan pada umumnya dapat meningkatkan hasil atau nilai absorbsi, retensi dan penetrasi bahan pengawet kedalam kayu. Pada umumnya berfungsi untuk lebih menyosongkan poris kayu tersebut, sehingga memudahkan bahan pangawet masuk ke dalam kayu.


8. Bentuk dan Ukuran Sortimen 

Bentuk dan ukuran sortimen juga menentukan hasil atau nilai absorbsi, rentensi, dan penetrasi bahan pengawet ke dalama kayu. Bentuk kayu yang rata atau lurus memberikan hasil atau nilai absorbsi, retensi, dan pentrasi lebih rendah dibandingkan apabila bentuk kayu tidak rata, berlekuk, berlobang, dan sebagainya. Pada kayu ukuran besar apabila diawetkan juga memberikan hasil absorbsi, retensi, dan penetrasi yang lebih rendah. Pengaruh permukaan sortimen kayu yang lebih luas dapat pula mempengaruhi hasil absorbsi, retensi, dan penetrasi tersebut.


9. Cara Pengawetan 

Cara pengawetan jelas mempengaruhi hasil absorbsi, retensi dan penetrasi bahan pengawet ke dalam kayu. Pengawetan tanpa tekanan seperti pelaburan, pencelupan, penyemprotan adalah lebih rendah nilai absorbsi, retensi, dan penetrasinya dibandungkan dengan cara rendaman dingan atau panas dingin.


Bagaimana upaya untuk mempengaruhi masuknya bahan pengawet ke dalam kayu yang dapat dikembangkan?


Upaya untuk mempengaruhi masuknya bahan pengawet ke dalam kayu yang dapat dikembangkan, yaitu (Yanciluk, 2020):

1. Pemilihan Jenis Tanaman 

Sumber bahan pengawet sebagia besar berupa ekstratif tanaman maka pemilihan jenis tanaman menentukan berhasil atau tidaknya pengawetan. Pemilihan tanaman yang mempunyai ekstraktif beracun atau kandungan alkoloid tinggi perlu dijadikan pertimbanga.


2. Pemeliharaan Tanaman 

Pemeliharaan tanaman adalah untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam menghindari terjadinya hama dan penyakit yang dapat menyebabkan kegagalan keseluruhan.


3. Studi Penyebaran Kandungan Ekstraktif 

Kandungan ekstraktif sangat bervariasi menurut bagian pohon. Pohon tertentu, kandungan ekstraktif sebagai bahan bahan pengawet berada pada bagian yang berbeda.


4. Pengembangan Bahan Ekstraktif

Berbagai cara ekstraktif telah dikembangkan dari cara sederhana, misalnya perendaman air dingin.


5. Penentuan Konsentrasi Bahan Pengawet 

Salah satu perhaian penggunaan bahan pengawet alam adalah penentuan konsentrasi efek bahan pangawet. Perhitungan mempertimbangkan kandungan air dalam kayu serta kandungan bahan ekstraktif, dengan demikian konsentrasi dapat ditentukan dan diporoleh konsentrasi standar yang tepat.


6. Sosialisasi dan Pemasaran Bahan Pengawet Alami 

Bahan pengawet alami relatif baru maka sosialisasi secara intensif sangat diperlukan. Harga pasaran dan sistem pasar masih dikembangkan. Prinsip yang perlu ditekankan sifat bahan pengawet alami yang ramah linfkungan dan dapat diproduksi secara terus menerus.


Sumber:

Kasmudjo. 2010. Teknologi Hasil Hutan. Cakrawala Media. Yogyakarta.

Yanciluk. 2020. Materi Mata Kuliah Pengeringan dan Pengawetan Kayu. [Dikusi]. UPR. Palangka Raya.


Salam Lestari, 

Lamboris_Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel