9 Penyebab Deforestasi dan Degradasi Lahan

Deforestasi merupakan suatu perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan. Sedangkan degradasi hutan adalah suatu penurunan kuantitas tutupan hutan dan stok karbon selama periode tertentu.

Deforestasi dan degradasi hutan sekarang menjadi perhatian utama bagi negera berkembang, termasuk Indonesia. Deforestasi dan degradasi hutan bisa saja terjadi karena adanya kegiatan yang diperlukan untuk pembangunan sektor kehutanan maupun non kehutanan. Conteras-Hermosillia (2000) menyatakan bahwa deforestasi dan degradasi hutan kadang-kadang diinginkan, namun seringkali dihindari, karena membawa dampak positif dan negatif, tetapi diperlukan pembangunan. Akan tetapi, kerugian yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan sosial, seringkali lebih besar dari dampak positifnya (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2018).

Kegiatan yang diindikasikan menjadi penyebab deforestasi di Indonesia telah diteliti dan dibahas oleh berbagai ilmuwan dan peneliti. Para peneliti telah membedakan penyebab deforestasi dan degradasi hutan antara penyebab langsung (direct), sangat langsung (immediate), yang dekat (proximate), dan utama (primay) dengan penyebab tidak langsung (indirect), mendasar (underlying), dan sekunder. Selain itu, terdapat 9 penyebab deforestasi dan degradasi lahan, adalah (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2018):

  1. pembangunan infastruktur, 
  2. permintaan untuk ekspor kayu bulat, 
  3. pertumbuhan dan kepadatan penduduk, 
  4. urbanisasi dan perluasan daerah perkotaan, 
  5. harga-harga komoditas (kayu bulat, kelapa sawit, batu bara, bauksit, dan nikel), 
  6. aksesibilitas geografis Indonesia terhadap pasar, 
  7. kemiskinan, 
  8. keamanan penguasaan lahan dan konfilk, 
  9. serta upah dan pekerjaan pasca panen.


Sekarang ini yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah kebakaran hutan dan lahan merupakan penyebab deforestasi atau hanya menjadi penyebab degradasi hutan. Menurut Siscawati (1998) kebakaran hutan yang luas merupakan penyebab langsung deforestasi dan degradasi hutan, tetapi bukti juga menunjukkan bahwa kebakaran hutan adalah akibat dari deforestasi dan degradasi hutan. Sedangkan menurut Hosonuma et al. (2012) menyatakan bahwa kebakaran yang tidak terkendali cenderung menjadi penyebab utama terhadap degradasi hutan, sesuai dengan definisi FAO mengenai degradasi hutan (FAO, 1998).

Rangka menangani penyebab deforestasi dan degradasi hutan, Indonesia telah menerbitkan dan melaksanakan berbagai kebijakan. Hasil pemantuan sumber daya hutan menjadi data dasar atau pilar dasar bagi berbagai jenis data dan informasi. Untuk mengurangi laju deforestasi, pemerintah Indonesia telah menerbitkan beberapa kebijakan, antara lain (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2018), 

  1. moratorium penerbitan izin baru pada hutan alam prmer dan lahan gambut sejak tahun 2011, 
  2. penyediaan lahan untuk masyarakat, 
  3. penyelesaian konflik penggunaan lahan, 
  4. dan pemantauan perizinan lingkungan dan penegakan hukum.


Indonesia juga telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendorong kerjasama antara masyarakat, para pemegang konsesi/izin IUPHHK (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2018), 

  1. mencegah kebakaran hutan dan lahan melalui pembentukan brigade pemadam kebakaran, 
  2. pengelolaan ekosistem gambut yang baik, 
  3. restorasi lanskap hutan, 
  4. pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan dan konservasi melalui program perhutanan sosial.


Sumber:

[FAO]. 1998. Forest resources assessment program. Working Paper 1, Rome, Italy: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hosonuma, N., M. Herold, V. DeSy, R.S. De Fries, M. Brockhaus, L. Verchot, A. Angelsen, and E. Romijn. 2012. An assessment of deforestation and forest degradation drivers in developing countries. Environmental Research Letter, 7: 12pp

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2018. Status Hutan dan Kehutanan Indonesia.

Siscawati, M. 1998. Underlying causes of deforestation and forest degradation in Indonesia: a case study on forest fire. In Proceedings of the IGES International Workshop on Forest Conservation Strategies for the Asia and Pacific Region. Institute for Global Environmental Strategies, Kanagawa (pp. 44-57).


Salam Lestari,

Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel