9 Morfologi Jamur

Mikologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari ciri-ciri morfologi fungi dan sifat fisiologi fungi. Jamur merupakan organisme eukariotik. Artinya jamur berbeda dari tanaman karena tidak memiliki klorofil. Terdapat jamur makroskopis (mushroom) atau mikroskopik (kapang dan ragi). Beberapa spesies jamur yang menyebabkan penyakit pada manusia. 

Jamur bersifat motil. Artinya dapat tumbuh sebagai sel tunggal (ragi) atau struktur berfilamen (miselia), yang sebagian diantaranya membentuk cabang. Fungi menyebabkan rentang penyakit yang luas, mulai dari infeksi dermatofita kulit sampai infeksi invasif pada passien immunocompromised yang berat.


Berikut morfologi jamur (Suryani, et al.,2020),


1. Hifa dan Miselium

Jamur mempunyai struktur somatik (vegetatif) merupakan thallus yang terdiri dari filament (benang hifa), miselium merupakan jalinan hifa. Jamur juga mempunyai dua golongan yaitu yang bersifat uniseluler dikenal sebagai khamir atau rag dan yang bersifat multiseluler dikenal sebagai kapang.

Sel khamir lebih besar dari pada kebanyakan bakteri dengan ukuran beragam, umumnya berbentuk memajang, telur, dan bola. Kapang mempunyai tubuh yang terdiri dua bagian yatu miselium dan spora. Miselium merupakan kumpulan hifa (filament).

Hifa terdiri dari berdasarkan fungsionalnya,

  1. Hifa vegetatif, dasarnya rebah di atas substart, berfungsi untuk menyerap nutrisi dari substrat.
  2. Hifa fertil, dasarnya tumbuh tegak di atas permukaan substart berfungsi untuk reproduksi.
  3. Stolon, hifa panjang menegak yang terdapat pada Rhizopus spp. dan Mucor spp.
  4. Klamidospora, sel-sel hifa berdinding tebal dan sel dominan akan berkecambah bila kondisi lingkungan kondusif.


2. Dinding Hifa

Dinding hifa terdiri dari selulosa, zat serupa lingnin dan beberapa zat oragnik lainnya. Genus Poltsphondylium dan Dictyostellium merupakan kelompok jamur Acrasiomycet mempunyai sellulose-glycogen. Genus Phytophthotra, Phythium, dan Saprolegnia merupakan kelompok jamur Oomycetes Hyphochytridi mempunya sellulose-B-glucan.


3. Membran Hifa

Membran sel terdapat di dinding sel yang kuat terdapat lapisan yang melindungi isi sel. Komposisi kimia membran sel fungi diduga terdiri dari senyawa-senyawa sterol, protein, dan senyawa-senyawa fosfolipid.


4. Kompartemen lain pada Hifa

Samping nukleus seringkali terlihat bentuk-bentuk ultra struktur seperti,

  1. Mitokondria, terdapat dalam sitoplasma sel fungi berbentuk oval atau memanjang.
  2. Retikulum endoplasma, membran yang mengelilingi organel-organel yang hanya terdapat pada golongan eukariot.
  3. Ribosom, terdapat pada sitoplasma berfungsi untuk sintesis polipeptida.
  4. Aparatus golgi, berfungsi dalam sintesis bahan dindang sel yaitu glikoprotein, meyekresikan bahan-bahan ekstraseluler seperte cell coat pada pembelahan spora dari suatu sitoplasma yang multiseluler dan menghasilkan vesikel yang berperan dalam pembentukan dinding sel.
  5. Vesikel, struktur berbentuk kantung terdapat pada lokasi-lokasi pertumbuhan dinding sel, terutama pada hifa apical.
  6. Microbodies terdiri dari peroksisom yang mengandung katalase, glioksisom mengandung enzim-enzim yang terlibat dalam oksida asam lemak, hirogenosom mengandung hidrogenase untuk reaksi-reaksi anaerob dalam sel, dan lisosom mengatur pemecahan komponen-komponen sel.
  7. Nukleus/inti, mempunyai inti yang lengkap  yang kita sebut eukarion, yaitu inti yang berdinding, mempunyai nucleolus dan bahan inti (kromatin) yang membentuk kromosom.


5. Haustoria

Haustoria merupakan suatu hifa yang bercabang atau gelembung bertangkaii yang terdapat pada jamur parasit yang dapat menembus dinding sel inang berfungsi untuk absorpsi makanan dari sel inang.


6. Plectenchym

Plectenchyim merupakan suatu jaringan tenun dari miselium, terdapat dua bentuk yaitu jaringan longgar disebut prosenchyma dan jaringan padat disebut pseudopharenchyma.


7. Stroma

Stroma merupakan anyaman atau jalinan hifa yang cukup padat yang berfungsi sebagai bantalan untuk tumbuh bagina-bagian lain.


8. Sklerotium

Sklerotium merupakan suatu anyaman padat berupa rizopor yang berfungsi untuk melekat.


9. Spora

Spora merupakan ujunga hifa hamur yang menggelembung membentuk serupa wadah, sedangkan protoplasmanya menjadi spora berfungsi sebagai alat perkembangbiakan jamur. Spora terbagi atas dua yaitu aseksual dan seksual.


Sumber:

Suryani, Y., Taupiqurrahman, O., & Kulsum, Y. 2020. Mikologi. PT. Freeline Cipta Granesia. Padang.


Salam Lestari,

Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel