Gambaran Umum Bakteri Xanthomonas

Hama tanaman merupakan makhluk hidup pengganggu tanaman budidaya berupa hewan yang dapat dilihat secara langsung dan pada umumnya sangat merugikan. Sebagian besar hama yang mengganggu tanaman berupa serangga (insekta). Selain serangga, binatang lain yang juga dikategorikan sebagai hama, yaitu: tungau (acarinae), binatang lunak (molluska), vertebrata (babi, monyet, tikus, burung) dan sebagainya. 

Ada berbagai cara hama dalam merusak tanaman misalnya memakan daun tanaman (ulat pemakan daun, belalang), membuat lubang pada daun, melubangi dan membuat penggerek batang, penggerek umbi, menghisap cairan tanaman, memakan bunga dan sebagainya (Djojosumarto, 2008).


Berikut gambaran umum bakteri Xanthomonas, adalah:


Xanthomonas adalah bakteri yang berbentuk batang dengan kedua ujung membulat, berukuran pendek, dengan panjang  berkisar antara 0,7–2.0 µm dan lebar antara  0,4–0,7 µm, memiliki satu flagel, tanpa spora, Ciri khas genus Xanthomonas adalah koloninya berlendir, dan menghasilkan pigmen berwarna kuning yang merupakan pigmen Xanthomonadin (Bradbury, 1986; Liu et al., 2006).  Bentuk koloni pada medium biakan adalah bulat, cembung dan berdiameter 1–3 mm (Ou, 1985).

Menurut EPPO (2007) klasifikasi Xanthomonas adalah:

Kingdom : Procaryotae

Divisi : Gracilicutes

Kelas : Proteobacteria

Famili : Pseudomonadaceae

Genus : Xanthomonas

Umumnya genus Xanthomonas  merupakan bakteri patogen. Pada awal tahun 1990, Xanthomonas terdiri dari 6 spesies yaitu: X. fragariae, X. populi, X. oryzae, X. albilineans, X. axonopodis dan X. campestris. Kemudian setelah setelah diklasifikasi ulang, terdiri dari 20 spesies yaitu: X. fragariae, X. populi, X. oryzae, X. albilineans, X. sacchari, X. vesicatoria, X. axonopodis, X. vasicola, X. codiaei, X. arboricola, X. hortorum, X. translucens, X. bromi, X. campestris, X. cassavae, X. cucurbitae, X. pisi, X. melonis, X. theicola, X. hyacinthi (Vauterin et al., 1995).

Xanthomonas merupakan bakteri aerob dan dapat menghasilkan ekstraseluler polisakarida (EPS) yang berperan dalam pembentukan eksudat yang digunakan untuk menginfeksi daun (Bradbury, 1986; Liu et al., 2006). Menurut Ou (1985) bakteri pada dasarnya tidak membutuhkan vitamin sebagai faktor yang sangat diperlukan, akan tetapi sejumlah kecil tiamin (vitamin B), kalsium pantotenat (Calcium pantothenate) lebih dikenal sebagai vitamin B5, nikotin, atau piridoksin  memberikan efek rangsangan untuk pertumbuhan bakteri.

Penyakit Daun Hawar Bakteri (HDB) gejala penyakit HDB pada tanaman di persemaian, biasanya dicirikan oleh warna menguning pada tepi daun yang tidak mudah diamati. Gejala yang ditemukan pada fase pertumbuhan anakan sampai fase pemasakan adalah gejala hawar (water soaked) sampai berupa garis kekuningan pada daun bendera. 

Gejala mulai tampak pada ujung daun kemudian bertambah lebar, sampai menyebabkan pinggir daun berombak. Selain itu, ditemukan juga eksudat bakteri berwarna susu atau berupa tetes embun pada daun muda di pagi hari. Pada stadia perkembangan gejala penyakit lebih lanjut, luka berubah warna mejadi kuning memutih. Selanjutnya pada daun yang terinfeksi parah, warna daun cenderung menjadi abu-abu disertai dengan munculnya jamur saprofit (Triny et al., 2011). 

Proses penyebaran penyakit ditentukan oleh tiga komponen yang selalu berinteraksi yaitu patogen, inang dan lingkungan. Masing-masing komponen dapat berubah sifatnya sehingga dapat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit (Agrios, 2004). 

Penelitian strain Xoo sudah menggunakan teknologi molekuler melalui pengamatan DNA. Fragmen DNA dari berbagai ukuran yang berasal dari semua isolat Xoo yang digunakan mampu berhibridisasi dengan gen avirulensi avrBs3 yang berasal dari Xanthomonas campestris (Utami et al., 2011b).

Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) menyebabkan hawar daun bakteri (HDB) pada padi (Oryza sativa L.), yang merupakan penyakit utama dan menjadi pembatas bagi produksi tanaman pokok di banyak negara di dunia. Isolasi Xoo dilakukan dari daun padi yang terserang hawar daun bakteri. Identifikasi X. oryzae pv. oryzae dilakukan berdasarkan pada gejala yang ditimbulkannya, patogenisitas, karakter morfologi, fisiologi, dan genetik biakan bakteri yang diisolasi dari tanaman padi yang terinfeksi Xoo. 

Sebanyak 50 isolat yang diduga Xoo telah berhasil diisolasi. Bakteri tersebut bersifat aerobik, berbentuk batang, dan tergolong Gram negatif. Isolat-isolat tersebut diuji hipersensitivitasnya pada tanaman tembakau dan patogenisitasnya pada padi.

Bercak Daun Xanthomonas sp. dapat dilakukan pengendaliannya dengan cara: 

  1. Memisahkan tanaman yang terserang dengan tanaman sehat sejak awal serangan terjadi.
  2. Penambahan pupuk lengkap (NPK) dengan cara dibenamkan, pemakaian pupuk  lengkap slow release mengurangi terjadinya serangan.
  3. Memusnahkan daun yang terserang atau yang rontok dan tanaman yang telah mati (sanitasi).
  4. Penjarangan (mengurangi kepadatan tanaman dalam bedeng).
  5. Pengaturan intensitas penyiraman.
  6. Penyemprotan bakterisida 2x/minggu untuk serangan berat dan 1x/minggu untuk serangan ringan (misalnya Agrept)
  7. Meningkatkan pH media dengan penambahan abu atau pasir boiler atau dolomit.

Sumber:

Djojosumarto, P. 2008. Pestisida dan Aplikasinya. Agromedia Pustaka, Jakarta.

EPPO. 2007. Xanthomonas oryzae. European and Mediterranean plant-Protection Organization.  Bulletin OEPP/EPPO 37: 543-553.

Liu, D.N.O., P.C. Ronald., and A.J. Bogdanove. 2006. Xanthomonas oryzae pathovars: model pathogens of model crop. Blackwell Publishing LTD. Pp. 303-324.

Triny SK, Suryadi Y, Sudir, Machmud M. 2011. Penyakit Bakteri Padi dan Cara Pengendaliannya. Bogor (ID): Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Utami DW, Kadir TS, Yuriyah S. 2011b. Faktor virulensi AvrBs3/PthA pada Ras III, Ras IV, Ras VIII, dan IXO93-068 Patogen Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). J AgroBiogen. 7 (1) :1-8.

Vauterin, L., B. Hoste, K. Kersters, and J. Swings. 1995. Reclasification of Xanthomonas. International J. of Systematic Bacteriology 45: 472-489. 


Salam Lestari,

Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel