Faktor Biotik dan Abiotik Penyebab Penyakit Hutan

1. Penyakit Biotik

Penyakit biotik merupakan penyakit tanaman hutan yang disebabkan oleh suatu organisme infeksius bukan binatang, sehingga dapat ditularkan dari satu pohon ke pohon lainnya. 

Organisme yang dapat menyebabkan suatu penyakit tanaman hutan disebut patongen. Patongen tanaman hutan meliputi sebagai berikut (Anggraeni, 2012):

a. Jamur

Jamur ada yang menyebut cendawan atau fungi. Jamur merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang, dan daun. Jamur dibedakan menjadi empat kelompok kelas, yaitu Phycomyetes, Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes.

b. Bakteri

Bakteri merupakan tumbuhan bersel satu dan berdinding sel, tetapi bersifat prokariotik (tidak mempunyai membran inti).

c. Mikroplasma

Mikroplasma adalah organisme yang mempunyai bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit manusia, hewan dan juga tanaman.

d. Virus 

Biasanya menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil produksi, bahkan mampu menimbulkan kematian tanaman inang.

e. Tumbuhan parasit tingkat tinggi

Dibagi menjadi dua yaitu, parasit fakultatif (setengah parasit) dan parasit obligat (parasit sejati). Parasif fakultatif adalah tumbuhan tingkat tinggi parasit yang mengambil makanan berupa bahan anorganik dari inangnya, sedangkan tumbuhan parasit obligat adalah tumbuhan tingkat tinggi parasit yang sepenuhnya mengambil bahan makanan berupa bahan organik dari inangnya.

f. Nematoda

Nematoda merupakan organisme yang masih tergolong primitif tetapi telah dilengkapi dengan sistem pencernaan, saraf dan reproduksi. Banyak spesies merupakan parasit pada tanaman.

g. Serangga

Serangga menyebabkan berbagai macam kerusakan pada tanaman terutama sebagai akibat dari aktivitas makan.

h. Alleopati

Efek yang merusak dari pelepasan senyawa-senyawa kimia organik oleh satu jenis tertentu tanaman pada saat perkecambahan, pertumbuhan atau metabolisme terhadap jenis tanaman yang lain yang berbeda dikenal sebagai alleopati.


2. Penyakit Abiotik

Penyakit abiotik adalah penyakit tanaman yang disebabkan oleh penyebab penyakit nonifeksius atau tidak dapat ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain. Namun demikian penyakit abiotik dapat mempengaruhi seluruh fase perkembangan tanaman hutan, mulai dari semai, pertumbuhan vegetatif, perkembangan sampai dengan komoditi yang di hasilkan tanaman (kayu, damar, benih, dan lain-lain). 

Agen penyebab-penyebab penyakit abiotik penting yang mempengaruhi tanaman hutan, yaitu sebagai berikut (Anggraeni, 2012):

a. Suhu

Setiap jenis tanaman hutan akan tumbuh dan berkembang pada kisaran persyaratan suhu yang dapat ditoleransi. Perubahan suhu yang melebihi toleransi akan mengakibatkan tanaman mengalami penyimpangan fisiologi.

b. Kelembapan dan air

Tanaman penyusun hutan termasuk tanaman yang mesofit. Saat kelembapan udara yang sangat tinggi, penguapan dari tumbuhan menjadi rendah. Rendahnya penguapan dari tubuh akan mengakibatkan terjadi penghambatan penyerapan hara dari tanah, terutama kalsium.

Ketersediaan air yang cukup sangat diperlukan untuk pohon penyusun hutan. Pada musim kemarau panjang, kekeringan terjadi jika tanah sedikit mengandung air. Sehingga tanaman menjadi sakit bahkan mati.

Gejala awal timbul akibat kekeringan pada umumnya berupa kelayuan, gugur daun, dan matinya pucuk. Jika kelebihan air bukan karena banjir tapi karena drainase yang buruk. Gejala yang ditimbulkan tanaman menjadi layu dengan daun perubahan kehilangan sifat permebailitasnya sehingga unsur-unsur logam maupun senyawa beracun dapat terserap oleh akar.

c. Hujan dan Angin

Hujan disertai angin kencang menimbulkan beberapa bentuk kerusakan pada tanaman. Daun sobek, tercaik-cabik dan basah, sehingga akan memudahkan terjadinya serangan bakteri atau jamur. Angin yang sangat kencang dapat merobohkan tanaman, sehingga terjadi kerusakan fisik dan memungkinkan terjadinya pembusukan.

d. Keracunan (kelebihan) Mineral

Tanaman mempunyai tanggapan (respon) yang berlainan terhadap keasaman tanah. Tanaman yang mengalami keracunan akan menunjukkan gejala yang bervariasi dari perubahan warna (klorosit), kayu bercak, penebalan daun, kerdil sampai mati.

e. Defisiensi (kekurangan) Mineral

Ada 13 elemen unsur mineral penting yang diperlukan tanaman, dan kekurangan salah satu atau lebih unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan penyakit tanaman. Unsur-unsur tersebut yaitu: karbon, hidrogen, oksingen, belerang, kalium, fosfor, nitrogen, boron, mangan, magnesium, natrium, silikon, dan khlor.

f. Senyawa Kimia

Biasanya senyawa kimia yang disebebakan oleh pestisida dan limbah industri.

g. Polutan Udara Beracun

Polutan udara yang menimbulkan kerusakan tanaman seiring dengan peningkatan jumlah industri dan pemanfaatan energi disuatu daerah.


Daftar Pustaka

Anngraeni, I. 2012. Penyakit Karat Tumor pada Sengon dan Hama Cabuk Lilin pada Pinus di Jawa Barat. Jurnal Peneltian Hutan Tanaman 7(5):273-278 hlm.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel