2 Alat Ukur Evaporasi (Hidrologi dan Pengelolaan DAS)


Penentuan nilai penguapan memerlukan beberapa data yang penting, yaitu temperatur (T), kelembaban relatif udara atau relative humidity (RH), kecepatan angin pada ketinggian tertentu, yang umumnya diukur pada ketinggian 2 meter di atas permukaan tanah (U2), lama penyinaran matahari atau sunshine duration dalam jam (n), lama penyinaran matahari maksimum pada suatu hari tertentu di lokasi pengukuran (N), radiasi matahari (Rn), dan kemungkinan data lain tergantung pada pendekatan yang digunakan untuk menurunkan rumus empiris hitungan evaporasi. Evaporasi adalah salah satu penguapan yang terjadi dari permukaan air, permukaan tanah, dan intersepsi (Hartini, 2017).


Ada 3 prinsip pendekatan hirungan evaporasi, yaitu (Hartini, 2017):

1. Pendekatan water balance adalah cara untuk menghitung nilai total inflow dengan total outflow tambah kurang selisih jumlah tampungan.

2. Pendekatan energy balance method adalah sumber energi panas untuk proses penguapan pada permukaan air menjadi perubahan panas neto (net radiation flux) di permukaan bumi (Rn). Besar Rn merupakan selisih antara serapan panas efektif di permukaan bumi dan pancaran ke udara (emitted radiation).

3. Pendekatan earodynamic method. Selain suplai energi panas, faktor lain yang mengontrol laju evaporasi adalah kemampuan untuk memindahkan uap air dari permukaan air. Proses pemindahan uap air bergantung kepada besarnya pertambahan kelembaban arah vertikal (gradient of humidity) dan kecepatan angin di udara dekat permukaan air. Kedua proses tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan persamaan perpindahan massa dan momentum di udara.


Besarnya evaporasi dapat diperkirakan dengan pendekatan teoritis maupun dengan pengukuran langsung. Cara pertama memerlukan banyak data meteorologi dan data penunjang lain yang tidak selalu mudah didapatkan. Oleh karena itu pengukuran langsung di lapangan sering dilakukan untuk keperluan analisis secara lebih praktis (Hartini, 2017).


1. Atmometer

Alat pengukur evaporasi ini cukup sederhana, berupa bejana berpori yang diisi air. Besarnya penguapan dalam jangka waktu tertentu, misalnya harian didapatkan dari nilai selisih pembacaan sebelum dan sesudah percobaan. Beberapa jenis atmometer antara lain Piche, Livingstone dan Black Bellani (Hartini, 2017).


2. Evaporation Pan

Alat untuk mengukur evaporasi dari muka air bebas dapat digunakan panci penguapan (evaporation pan). Terdapat tiga macam panci penguapan yang sering digunakan, yaitu penci penguapan klas A (class A evaporation pan), panci penguapan tertanam (sunken evaporation pan), dan panci penguapan terapung (floating evaporation pan)

Pada prinsipnya pengukuran evaporasi dengan ketiga macam alat tersebut sama, yaitu dengan pembacaan tinggi muka air panci pada dua saat yang berbeda sesuai dengan interval waktu pengukuran yang diinginkan. Pada setiap pengamatan juga dilakukan pengukuran temperatur air. Pan evaporasi lebih sering digunakan untuk mengukur evaporasi yang dinyatakan dalam mm/hari (Hartini, 2017).


a. Panci Evaporasi Klas A

Mengingat cara pengukuran tidak dapat mewakili keadaan yang sebenarnya, hasil pengukuran dengan panci evaporasi akan selalu lebih besar dari nilai penguapan yang sesungguhnya. Untuk itu, nilai penguapan yang sesungguhnya dapat diperkirakan dengan mengalihkan koefesien pan (pan coefficient) yang besarnya antara 0,65-0,85 tergantung dari spesifikasi alat (Hartini, 2017).


b. Panci Penguapan Tertanam

Penggunaan alat panci penguapan tertanam didasari pada kelemahan panci klas A tersebut, yaitu dengan upaya memperhitungkan pengaruh latent heat yang terdapat dalam tanah di sekitar massa air yang menguap dengan cara memasang panci ke bawah permukaan tanah. Misalnya,Colorado sunken pan dengan koefisien panci adalah 0,75-0,86 (Hartini, 2017).


c. Panci Penguapan Terapung

Alat panci penguapan terapung, pada dasarnya bentuk alat ini mirip dengan tipe lain. Alat tipe ini dapat digunakan untuk mengukur penguapan di danau atau waduk dimana alat dilapungkan di atas ponton yang diikat dengan angker dan dilengkapi dengan kisi-kisi untuk mencegah terjadinya percikan air (splashing) ke dalam panci penguapan (Hartini, 2017).


Sumber:

Hartini, E. 2017. Modul Hidrologi dan Hidrolika Terapan. Universitas Dian Nuswantoro. Semarang.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

0 Response to " 2 Alat Ukur Evaporasi (Hidrologi dan Pengelolaan DAS)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel