7 Analisa Operasi Kerja Ekonomi Gerakan (Motion Economy)

Analisa

Analisa operasi kerja adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menganalisa suatu operasi kerja baik yang menyangkut suatu elemen-elemen kerja yang bersifat produktif atau tidak dengan tujuan untuk memperbaiki metode kerja yang selama ini diaplikasikan. Kegiatan ini merupakan suatu aktivitas dari analisa atau telaah di dalam usaha menaikkan jumlah produk per satuan waktu dan tentu saja mengurangi unit cost (Surasana, 2020).

Langkah awal yang harus diambil didalam analisis operasi kerja ini adalah dengan mendapatkan seluruh data yang berhubungan dengan seluruh kegiatan operasi, fasilitas yang dipergunakan untuk pelaksanaan kerja, waktu penyelesaian untuk masing-masing elemen kerja, gerakan perpindahan atau transportasi, aktivitas inspeksi, dan lain-lain aktivitas yang bisa tercakup dalam aliran proses untuk pelaksanaan aktivitas analisis operasi kerja tersebut maka pendekatan-pendekatan perlu dilaksanakan, adalah (Surasana, 2020):


1. Identifikasi Maksud dan Tujuan Operasi Kerja

Kegiatan ini adalah bertujuan untuk mengelemir atau mengkombinasikan operasi-operasi (yang tidak dibutuhkan) sebelum memperbaikinya. Banyak elemen kerja yang sebenarnya tidak diperlukan lagi tapi justru dilakukuan sekarang.

Banyak contoh pekerjaan atau proses yang seharusnya tidak cukup sekedar disedarhanakan gerakan kerjanya (diperbaiki) akan tetapi bahkan harus dihilangkan sama sekali. Apabila suatu pekerjaan atau elemen pekrjaan dapat dihilangkan, maka di sini tidak perlu lagi pembiayaan untuk pelaksanaannya (Surasana, 2020).


2. Perancangan Komponen Benda Kerja

Manfaat memperbaiki rancangan produk maka bisa diperhatikan langkah-langkah, adalah (Surasana, 2020):

  1. Mengurangi jumlah komponen atau bagian yang tidak signifikan dan mempengaruhi fungsi produk secara keseluruhan (simplifying the design).
  2. Mengurangi jumlah operasi kerja terutama yang berkaitan dengan proses pemindahan bahan.
  3. Menggunakan komponen-komponen produk yang standard dengan toleransi dan spesifikasi teknis yang dipilih secara tetap.
  4. Desain harus dipikirkan tidak saha dari aspek estetika akan tetapi yang lebih penting adalah kemudahan-kemudahan untuk pembuatannya baik untuk proses permesinan ataupun perakitan.


3. Pemilihan Bahan Baku (Material)

Pertimbangan-pertimbangan yang harus dibuat sehubungan dengan pemilihan material produk, adalah (Surasana, 2020):

  1. Pilih dana dapatkan material yang tidak terlalu mahal.
  2. Pilih dan dapatkan material yang mudah untuk diproses (machine ability).
  3. Menggunakan material seefisien mungkin dengan mempertimbangakan bahwa sebagian besar material yang akan dikonstribusikan untuk finished product bukannya scrap.
  4. Apabila dimungkinkan maka gunakan material bekas atau sisa (salvage material).
  5. Pergunakan supplies material dan perkakas secara ekonomis.
  6. Material yang dipakai dalam hal ini haruslah mengikuti spesifikasi standard yang umum digunakan.


4. Penetapan Proses Manufakturing

Untuk memperbaiki proses manufakturing yang dilakasanakan, maka pengamatan diarahkan ke (Surasana, 2020):

  1. Apabila akan merubah suatu operasi kerja maka harus pula diperhatikan efeknya terhadap operasi lain.
  2. Mekanisasi setiap manual operation yang kemungkinan bisa dilakukan.
  3. Pergunakan fasilitas dan peralatan kerja yang lebih efesien di dalam proses yang akan dilaksanakan. Sebagai contoh milling machine akan lebih efisien dipergunakan dibandingkan dengan engine lathe untuk perkerjaan tertentu.
  4. Operasikan fasilitas kerja yang ada secara efektif sesuai dengan spesifikasinya yang dimiliki seperti halnya memilih pemakanan (feeds) dan kecepatan potong (cuting speed).


5. Perencanaan Proses Set-Up Mesin dan Perkakas

Untuk mempercepat proses persiapan (setting-up) maka akan sangat membantu sekali aplikasi dari jigs dan fixture khususnya untuk produksi massal. Proses set-up ini sangat penting sekali dengan job shop karena mengaplikasikan group techonology (Surasana, 2020).


6. Perbaikan Kondisi Lingkungan Kerja

Kondisi lingkungan kerja yang ideal diharapkan mampu memberikan kondisi-kondisi kerja, adalah (Surasana, 2020):

  1. Memperbaiki safety record.
  2. Mengurangi absenteism dan ketidak-displinan kerja lainnya.
  3. Meningkatkan moral kerja karyawan.
  4. Meningkatkan produktivitas kerja.


7. Perencanaan Proses Pemindahan Bahan (Material Handling)

Pemindahan bahan adalah suatu hal yang sulit untuk dihindari dalam suatu proses produksi. Untuk itu desain dari proses material handling haruslah direncanakan secara tepat dan terliti. Kekeliruan di dalam perencanaan akan menyebabkan production time menjadi besar dan tentunya juga menambahh biaya tidak langsung.

Kebaikan dari perencanaan material handling yang benar adalah (Surasana, 2020):

  1. Mengurangi biaya pemindahan bahan (material handling cost).
  2. Menambah kapasitas produksi yang dihasilkan.
  3. Memperbaiki kondisi kerja (safety).
  4. Memperlancar proses distribusi material ataupun produk jadi.


Sumber:

Surasana, I., N. 2020. Materi Mata Kuliah Ergonomi Kehutanan. [Diskusi]. UPR. Palangka Raya.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

0 Response to " 7 Analisa Operasi Kerja Ekonomi Gerakan (Motion Economy)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel