4 Metode Ekstraksi Oleoresin

metode

Ekstraksi adalah pemisahan zat berkhasiat yang terkandung dalam jaringan tumbuhan atau hewan dari komponen inaktif atau inert menggunakan pelarut selektif dapat diperoleh dari tumbuhan berupa cairan, semi padat atau serbuk yang relatif tidak murni dan digunakan hanya untuk penggunaan eksternal. 

Tujuan ekstraksi adalah untuk mencapai kadar yang dibutuhkan secara terapeutik dan untuk mengurangi material inert dengan menggunakan pelarut selektif. Standarisasi prosedur ekstraksi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas obat herbal yang dibuat. 

Ekstrak yang telah siap digunakan sebagai agen pengobatan dalam bentuk tinktura atau ekstrak cair, selanjutnya diproses untuk dibuat dalam berbagai sediaan seperti tablet atau kapsul atau ekstrak tersebut difraksinasi untuk diisolasi senyawa kimia tunggal yang terkandung di dalamnya (Chandra, 2012).

Cara ekstraksi oleoresin yang biasa digunakan, yaitu dengan cara soxhlet (hot extraction), cara maserasi dengan atau tanpa perlakuan suhu, cara pengadukan dengan cara batch process dan esktraksi dengan terus-menerus (continous process). 

Oleoresin yang diperoleh dalam ekstraksi dipengaruhi pada suhu ekstraksi, suhu, dan jenis pelarut yang digunakan. Ekstraksi yang dilakukan pada suhu tinggi akan menyebabkan beberapa komponen penting dalam bahan baku mengalami kerusakan, oleh karena itu suhu ekstraksi perlu diperhatikan sehingga memperoleh komponen penting dalam oleoresin tidak rusak (Assagraf et al., 2012).


1. Metode Ekstraksi Soxhlet

Metode ini melibatkan kontak padatan-cair yang bertujuan untuk menghilangkan satu atau beberapa senyawa dari padatan dengan melarutkannya ke dalam fase cair refluks. Dalam metode ini, sampel yang ditumbuk halus ditempatkan dalam kantong berpori atau disebut dengan thimble yang terbuat dari kertas saring atau selulosa yang kuat. Evania (2019) menyatakan bahwa pelarut ekstraksi dipanaskan dalam labu bawah, menguap ke dalam bidal sampel, mengembun dalam kondesor dan kemudian menetes kembali.


2. Metode Ekstraksi Maserasi

Maserasi merupakan suatu metode ekstraksi yang dilakukan melalui perendaman serbuk bahan larutan pengekstrak yang digunakan untuk mengekstrak zat aktif yang mudah larut dalam cairan pengekstrak, tidak mengembang dalam pengekstrak, dan tidak mengandung benzoin (Hargono, 1986). Metode maserasi terdiri dari digesti, pengadukan kontinyu, remaserasi, dan maserasi melingkar (Hargono, 1986).

Digesti merupakan maserasi menggunakan pemanasan lemah (40-50 derajat Celsius). Maserasi pengadukan kontinyu merupakan maserasi dengan pengadukan secara terus-menerus, misalnya menggunakan shaker, sehingga dapat mengurangi waktu hingga 6-14 jam. Remaserasi merupakan maserasi yang dilakukan beberapa kali. Maserasi melingkar merupakan maserasi yang cairan pengekstrak selalu bergerak dan menyebar.


3. Metode Ekstraksi Ultrasonik

Metode ini dilakukan selama 15 menit dapat mempercepat pencucian yang menggunakan gelombang ultrasonik dengan frekuensi lebih besar dari 16-20 kHz (Evania, 2019). Bahan baku tumbuhan direndam dalam air atau pelarut lain (etanol, butanol, dan pelarut lain) dan pada saat yang sama, dikenai gelombang ultrasonik. 

Gelombang ultrasonik digunakan untuk membuat gelembung kavitasi pada material larutan. Gelombang kavitasi akan pecah didekat dengan dinding sel tumbuhan maka terbentuk gelombang kejut dan pancaran cairan atau liquid jets yang akan membuat dinding sel pecah. Dinding sel kemudian akan membuat komponen di dalam sel keluar bercampur dengan pelarut (Evania, 2019).


4. Metode Ekstraksi Cairan Superkritis

Metode ini adalah proses pemisahan satu komponen dari suatu matriks menggunakan cairan superkritis sebagai pelarut ekstraksi. Ekstraksi biasanya dari matriks padat, tetapi juga bisa dari cairan. Cairan superkritis telah digunakan sebagai pelarut untuk berbagai aplikasi seperti ekstraksi minyak atsiri dan ekstraksi kation logam. 

Metode ini juga disebut sebagai gas padat yang merupakan zat dengan dua sifat fisik yaitu gas dan cair pada titik kritisnya. Faktor-faktor penentu yang mendorong suatu zat ke dalam wilayah kritisnya adalah suhu dan tekanan (Evania, 2019).


Daftar Pustaka

Assagraf, M., Pudji, H., Chusnul, H., & Supriyadi. 2012. Perbandingan Ekstraksi Oleoresin Biji Pala (Myrictica fragrans Hountt) Asal Maluku Utura Menggunakan Metode Maserasi dan Gabungan Distilasi-Maserasi. BPTP. Tidore Kepulauan.

Chandra, R. A. 2012. Isolasi Uji Aktivitas Antioksidan dan Senyawa Alkaloid dari Ekstrak Daun Phoebe decliana Ness. [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UI. Depok.

Evania, M. K. 2019. Studi Literatur Berbagai Metode Ekstraksi Oleoresin pada Biji Pala, Lada, dan Jahe. [Skripsi]. Univeristas Katholik Soegijapranata. Semarang.

Hargono. D. 1986. Sediaan Galenik. Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel