5 Pelarut dalam Ekstraksi Oleoresin

pelarut

1. Etanol

Etanol merupakan suatu golongan senyawa organik yang mengandung unsur C, H, dan O. Etanol dengan rumus kimia C2H5OH. Rumus umum dari alkohol adalah R-OH. Secara struktur alkohol sama dengan air, namun salah satu hidrogennya digantikan oleh gugus alkil. Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil, OH. Pemberian nama alkohol biasanya dengan menyebut nama akil yang terikat pada gugus OH, kemudian menambahkan nama alkohol. Etil alkohol atau etanol adalah satu turunan dari senyawa hidroksil atau gugus OH. 

Karakteristik Etanol terdiri dari (Hembali, et al., 2008):

  1. Bobot molekul 46,1 gram/mol
  2. Tak berwarna
  3. Wujud cair
  4. Titik didih 78,3 derajat celsius
  5. Titik lebur -114,5 derajat celsius
  6. Densitas 0,789 gram/ml


2. n-Heksana

Pelarut n-heksana merupakan pelarut non-polar, yang sering digunakan dalam mengekstraksi suatu ekstrak. n-heksana adalah bahan kimia yang dibuat dari minyak mentah yang tidak berwarna dengan bau, sedikit tidak menyenangkan. Bersifat sangat mudah mudah terbakar, dan uap yang dapat meledak. Pelarut n-heksana digunakan di laboratorium dan industri dicampur dengan bahan kimia. 

Karaktersitik pelarut n-heksana terdiri dari (Kastianti & Amalia, 2008):

  1. Bobot molekul 86,2 gram/mol
  2. Tak berwarna
  3. Wujud cair
  4. Titik lebur -95 derajat celsius
  5. Titik didih 69 derajat celsius
  6. Densitas 0,6603 gram/ml


3. Kloroform

Kloroform atau triklorometana memiliki rumus kimia CHCl3 merupakan suatu komoditas bahan kimia yang cukup banyak dibutuhkan untuk fungsinya sebagai bahan untuk anestesi, refrigerant, pelarut dalam industri pembuatan pewarna, industri pestisida, pelarut non polar, serta pembuatan tetraflouroethylene (teflon). 

Karaktersitik kloroform terdiri dari (Yusuf & Oesman, 2000):

  1. Bobot molekul 119,37 gram/mol
  2. Tak berwarna
  3. Wujud cair
  4. Titik lebut -63,5 derajat celsius
  5. Titik didik 61,15 derajat celsius
  6. Densitas 1,489 gram/mol


4. Butanol

Butanol merupakan kelompok alkohol fusel yang memiliki lebih dari dua atom karbon dan mudah larut dalam air. Produksi butanol sebagian besar digunakan pada pembuatan resin urea, formaldehid dan plasticizer dibutil pthalat. Penggunaan butanol dalam industri dan penelitian adalah sebagai bahan pelarut (solvent), pembuatan pernis nitoselulosa, pembuatan minyak rem, bahan eskstraksi pembuatan antibiotik, vitamin, hormon, dan bahan pelarut ekstraksi minyak. Butanol mempunyai panas laten penguapan yang sangat rendah sehingga dapat menurunkan ignition delay dan compreessin diesel machine dibandingkan etanol dan metanol. 

Karakterisitik butanol terdiri dari (Halimatuddahliana, 2004)

  1. Bobot Molekul 74,12 gram/mol
  2. Tak berwarna
  3. Wujud cair
  4. Tidik lebur -89,3 derajat celsius
  5. Titik didih 117,73 derajat celsius
  6. Densitas 0,81 gram/ml


5. Etil Asetat

Etil asetat merupakan senyawa organik dengan rumus CH3COOC2H5. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki aroma khas. Etil asetat adalah pelarut semi polar yang volatil (mudah menguap), tidak beracun, dan tidak higroskopis. Etil asetat dibuat melalui esterifikasi Fischer dari asam asetat dan etanol. Reaksi esterifikasi Fischer adalah reaksi pembentukan ester dengan cara merefluks asam karboksilat bersama etanol dengan katalis lambat, tetapi bila menggunakan katalis, kesetimbangan reaksi akan tercapai lebih  cepat. Asam yang dapat digunakan sebagai katalis adalah asam sulfat, asam klorida, dan asam fosfat.

Karakteristik etil asetat terdiri dari (Palwa, 2016):

  1. Bobot molekul 88,11 gram/mol
  2. Tak berwarna
  3. Wujud cair
  4. Titik didih 77,1 derajat celsius
  5. Titik lebur -83,6 derajat celsius
  6. Densitas 0,902 gram/ml


Daftar Pustaka

Halimatuddahliana. 2004. Pembuatan n-Butanol dari Berbagai Proses. Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Medan.

Hembali, E., S. Mujdalipah, A. H. Tambunan, A. W. Pattiwiri & R. Hendroko, 2008. Teknologi Bioenergi. Agromedia. Jakarta.

Kastianti, N. & Amalia, Z.Q. 2008. Laporan Penelitian Pengambilan Minyak Atsiri dengan Metode Esktraksi Distilasi Vakum, Skripsi. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik UNDIP. Semarang.

Palwa, A. Y. Variasi Penambahan Asam Asetat dan Katalis pada Proses Esterifikasi Etanol dari Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca L.) menjadi Etil Asetat.

Yusuf, S. & Oesman F. 2000. Studi Kandungan Kimia Esktrak Kloroform Batang Tumbuhan Mengkelik (Gynotroches axilaris, BL). Jurnal Penelitian Sains (7) : 1-10. http://ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/article/view/318.


Salam Lestari,

Lamboris_Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel