7 Jenis Sapi Potong Penghasil Daging Terbaik

Munurut Sudarsono dan Sugeng (2014) Sapi potong merupakan sapi yang dipelihara dengan tujuan utama sebagai penghasil daging. Sapi potong biasa disebut sebagai sapi tipe pedaging. Adapun ciri-ciri umum sapi potong adalah tubuh besar, badan simetris (berbentuk segi empat/balok), kualitas daging maksimum laju pertumbuhan cepat serta efisiensi pakan tinggi.

Sapi adalah binatang yang termasuk ke dalam ras hewan bovinae. Biasa di panggil lembu. Banyak orang memelihara sapi untuk diambil susunya (diperah) dan diambil dagingnya sebagai makanan sehari-hari. 

Disamping itu sapi juga sangat bermanfaat bagi manusia karena dapat dijinakkan dan mudah untuk diarahkan, walaupun nenek moyangnya merupakan hewan yang liar. Hingga saat ini banyak masyarakat kita yang menggunakan sapi sebagai penggerak dan alat transportasi. Para petani menggunakan sapi sebagai penggerak alat untuk membajak sawah dan itu sangat memudahkan petani. Sampai juga lekat sebagai mata pencaharian masyarakat.


Berikut 7 Jenis Sapi Potong penghasil daging terbaik (Sudarsono dan Sugeng, 2014),


1. Sapi Bali 

Sapi bali merupakan keturunan dari sapi liar yang disebut banteng (Bos bibos atau bos sondaicus) yang telah mengalami proses penjinakan (domestikasi) berabad-abad lamanya. Sapi bali ini termasuk tipe pedaging dan kerja. Sapi bali mempunyai bentuk tubuh menyerupai banteng, tetapi ukuran tubuh lebih kecil akibat proses domestikasi. 

Warna bulu pada waktu masih kecil sawo matang atau merah bata, akan tetapi setelah dewasa warna bulu pada betinanya bertahan merah bata, sedangkan jantan berbulu kehitam-hitaman. Dan pada tempat-tempat tertentu, baik jantan maupun betina, dibagian keempat kakinya dari sendi kaki sampai kuku dan dibagian pantatnya berwarna putih. 

Tanduk pada jantan tumbuh agak kebagian luar kepala, sedangkan betina agak kebagian kedalam. Kakinya pendek sehingga menyerupai kaki kerbau. Tinggi sapi dewasa 130 cm. Berat rata-rata sapi jantan 450 kg, sedangkan betina 300-400 kg.


2. Sapi Madura 

Sapi madura adalah bangsa sapi potong lokal asli Indonesia yang terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos Indicus atau sapi Zebu. Sapi ini termasuk tipe pedaging dan kerja. Ciri-ciri yang dimiliki bangsa sapi Madura sebagai salah satu kelompok bangsa sapi tropis pada dasarnya seperti sapi bali. 

Namun, sapi ini memiliki ciri khas yang menonjol sehingga dengan mudah bisa dibedakan dengan bangsa sapi lain, khususnya sapi Bali. Baik jantan maupun betina berwarna merah bata dan hampir tidak ada bedanya antara kedua jenis kelamin tersebut paha bagian belakang berwarna putih, sedangkan kaki depan berwarna merah muda. 

Tanduk pendek dan beragam serta ada yang melengkung seperti bulan sabit dan ada pula yang tumbuh agak kesamping dan atas. Tanduk pada betina kecil dan pendek. Panjangnya kurang lebih 10 cm, jantan 15-20 cm, panjang badan mirip sapi bali, tetapi berpunuk kecil. Berat badan 350 kg, tinggi badan kira-kira 118 cm.


3. Sapi Ongele 

Sapi Ongele berasal dari India, yang beriklim tropis dan bercurah hujan redah. Sapi ongole ini di eropa disebut zebu, sedangkan dijawa sangat popular dengan sebutan sapi benggala. Sapi ini termasuk tipe potong dan kerja. 

Sapi ongole ini mempunyai ukuran tubuh besar dan panjang, lehernya pendek, kaki panjang. Berwarna putih, tetapi yang jantan pada leher dan sampai kepala berwarna putih abu-abuan, sedangkan lututnya berwarna hitam. Ukuran kepala panjang dan telinga sedang agak bergantung. Tanduk pendek dan tumpul yang pada bagian pangkal berukuran besar, tumbuh kearah luar belakang. 


4. Sapi Brahman 

Sapi Brahman adalah keturunan sapu Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudian masuk ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1854 dan 1926 dan berkembang pesat disana. Sapi ini termasuk tipe potong yang baik di daerah tropis. 

Meskipun di daerahnya kurang subur, tetapi brahman tumbuh cepat walaupun pakannya sederhana. Ciri-ciri yang dimiliki bangsa sapi ini sangat bervariasi. Namun, ciri khas untuk membedakannya dengan bangsa sapi yang lain diantaranya sebagai berikut.  

Tanda-tanda sapi ini sangat bervariasi, ukuran tubuhnya besar, panjang dengan kedalam tubuh sedang.  Bagian punggung lurus, kakinya panjang sampai tengah, warnanya abu-abu muda, tapi ada pula yang merah atau hitam.  Sementara warna pada jantan lebih gelap dari betina.  Kepalanya panjang, ukuran tanduk sedang lebar dan besar.


5. Sapi Hereford 

Sapi Hereford berasal dari Inggris, ciri-ciri sapi ini Bulunya berwarna merah kecuali bagian muka, dada, perut bawah, dan ekor berwarna putih.  Bentuk badan membulat panjang dengan ukuran lambung besar.  Sebagian sapi bertanduk dan lainnya tidak. 

Bangsa sapi ini juga populer dengan sebutan sapi berwajah putih (white faced cattle). Berat sapi jantan sekitar 850 kg dan berat betina sekitar 650 kg. Bangsa sapi ini menjadi lebih terkenal bila dibandingkan dengan kelompok sapi bos Taurus lainnya karena mutu dagingnya bagus dan adaptasinya baik terhadap lingkungan yang suhunya tinggi maupun yang rendah, serta pakannya sederhana.


6. Sapi Aberdeen Angus 

Sapi Aberdeen Angus ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru, tetapi awal mulanya berasal dari Skotlandia.  Sapi termasuk sapi potong terbaru.  Pertumbuhannya cepat, pakannya sederhana, kualitas tinggi, tulangnya ringan serta dagingnya tebal dan empuk pada umur 18 bulan. Sebab pada umur 18 bulan belum tertutup lemak (fat).  

Pemotongan yang tepat untuk mendapatkan persentase karkas yang tinggi adalah sebelum sapi mencapai umur 2,5 tahun. Ciri khas sapi ini berbulu hitam agak panjang, keriting dan halus.  Sapi ini tidak memiliki tanduk.  Bentuk panjang dan kompak seperti balok.  Tubuh rata, lebar dan pendek.  Berat badan betina dewasa sekitar 700 kg dan jantan dewasa sekitar 900 kg.


7. Sapi Santa Gertrudis 

Sapi ini merupakan sapi hasil persilangan sapi Brahman dengan sapi shorthorn. Bangsa sapi ini pertama kali diciptakan dan diperkembangkan di Amerika Serikat (Texas). Ciri-ciri jantannya berponok kecil dan cepat dewasa.  Berat badan betinanya sekitar 725 kg dan jantannya sekitar 900 kg. Sapi yaitu ukuran tubuh besar, punggung lebar, tubuh dalam, kepala lebar, dahi agak berlekuk dan mukanya lurus.  Bulunya berwarna cokelat kemerahan, pendek dan halus. 

Sapi ini bergelambir Bobot jantan rata-rata 900 kg dan betina 725 kg.  Sapi santa gertrudis mempunyai toleransi terhadap panas yang lebih baik dan pakan yang sederhana dan tahan gigitan caplak.


Sumber:

Sudarsono, A.S., & Y. Sugeng, B. Sc. 2014. Sapi Potong. Semarang: Penebar Swadaya.


Salam Lestari,

Lamboris Pane

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel