Makalah Tanaman Bajakah

HHBK
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan hujan tropis memilki keanekaragaman yang tinggi sekitar 40.000 spesies tumbuhan yang tersebar yang menunjukkan berbagai variasi dalam bentuk, struktur tubuh, jumlah, dan sifat lainnya. Tumbuhan merupakan bagian sumber alam hayati dari rantai tatanan lingkungan hidup, yang menjadikan lingkungan hidup mampu menghidupkan manusia dari generasi ke generasi. Sumber daya alam yang mempunyai aneka ragam lingkup hutan menciptakan sistem keanekaragaman hayati yang tinggi. Keanekaragaman hayati memiliki fungsi sebagai hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu.
Hasil hutan kayu merupakan salah satu hasil hutan dengan produk kayu, sedangkan hasil hutan bukan kayu merupakan hasil hutan dengan produk berupa tanaman obat-obatan, arang, minyak atsiri, lebah madu, tanaman hias, sagu dan lain sebagainya. Hasil hutan utama dari hutan hujan tropis didominasi oleh kayu atau masih berwujud dan berbentuk kayu, baik kayu utuh atau solid, maupun produk yang telah mengalami proses pengolahan atau konversi awal yang kemudian dikenal dan digolongkan ke dalam produk kayu olahan primer. 
Hasil hutan bukan kayu dalam kategori tanaman obat-obatan memiliki keanekaragaman hayati yang cukup banyak, diantara yaitu bajakah, lengkuas hutan, akar wangi dan lain sebagainya. Tanaman obat-obatan dapat dimanfaatkan sebagai bahan farmasi berupa obat kanker, obat sakit gigi, obat sakit perut dan lain sebagainya. Menurut berbagai penelitian disebutkan bahwa tanaman bajakah dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat kanker. Oleh sebab itu, makalah ini disusun dengan membahas sistem pengolahan tanaman bajakah sebagai obat-obatan.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah bagaimana pengolahan hasil hutan kayu bajakah sebagai obat-obatan?

1.3 Tujuan Makalah
Tujuan makalah ini adalah untuk memahami dan mengetahui pengolahan hasil hutan kayu bajakah sebagai obat-obatan. 

II. ISI
2.1 Deskripsi Bajakah
Bajakah banyak ditemukan di daerah pedalaman hutan kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah. Tanaman bajakah ini memiliki batang yang cukup besar dan kokoh dengan akar yang merambat lebih dari 5 meter. Bajakah terdiri dari tiga jenis (Putra, 2019), yaitu :

1.Bajakah Tampala (Spatholobus littoralis Hassk)
Bajakah ini memiliki kandungan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin yang mampu mempercepat proses penyembuhan luka.

2. Bajakah Lamei
Bajakah ini memiliki kandungan air yang merupakan tanaman hutan hujan tropis yang tumbuh dengan cara merambat.

3. Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb)
Bajakah ini memiliki kandungan phenol dan antibakteri dengan ekstrak gambir terdapat kandungan katekin yang cukup tinggi.

2.2 Pengolahan Bajakah
Saputera (2018) menjelaskan bahwa pengolahan bajakah dapat dilakukan dengan uji efektivitas ekstrak etanolik dengan metode berikut :
  1. Persiapan dan determasi tumbuhan bajakah
  2. Perhitungan replikasi sampel
  3. Pembuatan ekstrak batang bajakah
  4. Pembuatan salep berbagai konsentrasi
  5. Uji efektifitas ekstrak etanolik batang bajakah 

Bajakah dapat dimanfaatkan sebagai bahan dugaan obat kanker (Saputera, 2019). Dalam dunia medis mondern, metode pegobatan kanker dilakukan berbagai cara, antara lain kemoterapi, operasi pemotongan jaringan kanker, radioterapi, transplantasi sumsum tulang belakang, imunoterapi, dan terapi hormon. Kanker merupakan suatu pertumbuhan dan perkembangan sel dalam tubuh yang tidak terkontrol dan abnormal. Prinsip pengobatan kanker adalah menghentikan atau membunuh sel-sel kanker tersebut, baik melalui radioterapi maupun metode lainnya yang bersifat menghambat kerja DNA dan RNA seperti 5-fluorouracil dan metotrexate, merusak DNA sel, dan mencegah pembelaan sel. Adapun cara pengolahannya adalah :
  1. Menyiapkan potongan batang bersulur pohon bajakah
  2. Mengeringkan di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering
  3. Mencacah potongan batang yang telah dikeringkan
  4. Merebus potongan batang bajakah bersama dengan air selama 30 menit
  5. Ketika warna air berubah seperti teh, obat siap diminum setiap hari hingga 2 bulan.

2.3 Manfaat Bajakah
Bajakah dimanfaatkan sebagai bahan farmasi atau obat-obatan. Pada setiap jenis bajakah mempunyai keunikan dan manfaat yang berbeda-beda. Pertama, bajakah tempala dimanfaatkan sebagai obat peyembuh luka dengan senyawa fenolik, flavonoid, tanin, dan saponin. Kedua, bajakah lamei dimanfaatkan sebagai obat dengan cara meminum secara langsung cairan yang terkandung di dalam akarnya. Ketiga, bajakah kalawit dimanfaatkan sebagai obat pencegah penyakit jantung, menurunkan berat badan hingga pembantu membentuk kolagen.

III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan makalah ini adalah pengolahan hasil hutan kayu bajakah sebagai obat-obatan adalah pengolahan uji efektivitas ekstrak etanolik dan pengolahan pengobatan kanker.

3.2 Saran
Saran pada makalah ini adalah adanya lanjutan tentang nilai ekonomi yang dimiliki bajakah.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y. S. 2019. Ternyata Jenis Tumbuhan Bajakah Berikut ini yang dapat Menyembuhkan Kanker. https://blogs.insanmedika.co.id/akar-bajakah/ (diakses pada tanggal 10 November 2019).

Saputera, M. M. A. dan Ayucheceria. N. 2018. Uji Efektivitas Ekstrak Batang Bajakah Tempala (Spatholobus littoralis Hassk.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka. Akademi Farmasi ISFI. Bajarmasin.

Saputra, A. P. 2019. Benginilah Cara Mengolah Tanaman Bajakah secara Benar Agar Ampuh untuk Menyembuhkan Kanker.  https://suar.grid.id/read/201820121/ beginilah-cara-mengolah-tanaman-bajakah- secara-benar-agar-ampuh-untuk-menyembuhkan-kanker?page=all (diakses pada tanggal 10 November 2019).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel